Regional

Tak Ada Ambulans, Warga Desa Ini Gotong Mayat 20 Km dari Puskesmas ke Rumah Duka

Warga di delapan desa Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terpaksa memikul jenazah hingga puluhan kilometer.

Tak Ada Ambulans, Warga Desa Ini Gotong Mayat 20 Km dari Puskesmas ke Rumah Duka
banjarmasinpost.co.id/youtube.com
(Ilustrasi) Mayat jatuh dari keranda 

BANJARMASINPOST.CO.ID, POSO - Warga di delapan desa Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terpaksa memikul jenazah hingga puluhan kilometer.

Kondisi yang telah berlangsung selama enam tahun tersebut terpaksa dilakukan karena tidak ada fasilitas mobil jenazah ataupun ambulans di setiap pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di desa tersebut.

Kecamatan Lore Tengah merupakan wilayah pemekaran pada 2010. Setiap puskesmas di masing-masing desa di kecamatan itu dilengkapi mobil ambulans, tetapi tidak ada mobil jenazah.

Mobil-mobil ambulans itu hanya digunakan untuk kendaraan dinas kepala puskesmas atau mengangkut orang sakit dan sama sekali tidak diperbolehkan membawa jenazah.

Ferdinan (45), warga Desa Doda, mengatakan, persoalan memikul jenazah atau orang sakit dari rumah atau puskesmas bukan hal baru bagi warga di sana. Menggotong jenazah warga sudah menjadi rutinitas setiap ada warga yang meninggal dunia.

Pemikul jenazah harus berjalan hingga puluhan kilometer dalam kondisi jalan rusak.

"Baru-baru ini ada warga yang meninggal di puskesmas terpaksa harus dipikul sekitar 7 kilometer menuju rumah duka. Sebelumnya, warga meninggal di Desa Katu, warga memikul jenazah hingga 20 kilometer lebih," kata Ferdinan.

Camat Lore Tengah Oldi S Rompas mengakui bahwa tidak ada fasilitas mobil jenazah di delapan desa sejak wilayah tersebut dimekarkan.

Menurut Oldi, kondisi jalan di wilayahnya belum memadai, sementara jarak rumah warga dan puskesmas cukup jauh.

"Ketika ada warga yang meninggal di puskesmas, pihak puskesmas selalu menolak untuk meminjamkan mobilnya dengan alasan hanya untuk orang sakit atau kendaraan operasional," kata Oldi.

Oldi mengatakan, jarak antara Kecamatan Lore Tengah dan pusat ibu kota Kabupaten Poso lebih dari 80 kilometer dan kondisi jalan rusak. Perlu waktu lima jam untuk menghubungkan keduanya dengan kendaraan roda empat.

Dengan pertimbangan jarak dan kondisi jalan cukup berat tersebut, aparat kecamatan sudah sering mengajukan pengadaan mobil jenazah ketika Bupati Poso masih dijabat oleh Piet Inkiriwang. Namun hingga masa jabatan Piet berakhir, mobil jenazah itu tak kunjung terwujud. 

Kini Bupati Poso Darmin S Sigilipu pun belum menunjukkan tanda-tanda ingin mengadakan mobil jenazah di daerah tersebut. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved