Zainai Sering Bawa Bule Foto Wisata Alam Liar

Selain memang juga hobi hunting foto, Zainal juga mendapat keuntungan tersendiri baik materi maupun kepuasan.

Zainai Sering Bawa Bule Foto Wisata Alam Liar
Istimewa
Zainal dan fotografer lain saat hunting foto bekantan di Pulau Bakut, Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyaknya tempat wisata di Kalimantan Selatan
membuat para wisatawan mulai ramai berkunjung ke Banua.

Tidak hanya sekadar berwisata mereka datang juga untuk mengeksplorasi keindahannya untuk diabadikan melalui foto.

Pemandu atau guide lokal pun bermunculan termasuk kini pemandu wisata untuk penyuka fotografi pun ikut ambil kesempatan.Para pemandu wisata fotografi di Banua ini biasanya
disebut trip operator fotografi atau bisa juga trip foto wisata.

Bagi para penyuka foto terutama yang tidak mengenal medan di Banua yang ingin hunting mendapatkan foto terbaik mereka bisa menggunakan jasa trip operator ini.

Salah keuntungannya peserta diberikan spot lokasi yang fotogenic untuk di foto baik itu untuk lokasi foto alam liar, objek wisata maupun kehidupan warga Banua.

Salah satu trip operator Banua, Zainal Abie mengaku profesi freelance ini baru setahunan ini dijalanani.

Selain memang juga hobi hunting foto, Zainal juga mendapat keuntungan tersendiri baik materi maupun kepuasan.

"Kalau dapat penghasilan memang tapi yang penting hobi kita berburu foto juga tersalurkan," ucap pekerja wiraswasta ini.

Zainal menambahkan sebagai pemandu wisata foto dia mendapat klien tidak hanya wisatawan dalam negeri saja tapi juga mancanegara.

"Biasanya mereka berkelompok penyuka foto yang ingin eksplor keindahan alam Banua," ujar wargA Jalan Sotoyo S Komplek Imam Bonjol no. 26 Banjarmasin ini.

Wisatawan asing yang pernah di bawa Zainal diantaranya dari Kanada, Inggris, Perancis, Portugal, Jerman, New Zeland, Australia, Turki, Korea Selatan.

Biasanya kata Alumni Stienas jurusan Manajemen Banjarmasin ini para penyuka fotografi yangdia bawa dari luar mengabadikan momen-momen atau satwa-satwa di alam liar yang sangat jarang orang lain temukan.

"Kalau yang demikian biasanya saya bawa ke Pulau Bakut dan pusat rehabilitasi Bekantan di Banjarmasin hingga Orangutan di Kalteng," kata dia. (*)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved