Keren, Kisah Bocah 11 Tahun Ciptakan Permen Lolipop Sehat untuk Gigi Anak

Morse adalah otak dibalik Zollipops, Lollipop yang terbuat dari zativa pemanis alternatif yang dapat mengurangi keasaman dan membantu mengurangi

Keren, Kisah Bocah 11 Tahun Ciptakan Permen Lolipop Sehat untuk Gigi Anak
thinkstockphoto
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Alina Morse selalu befikir untuk berwirausaha. Berawal dari usia yang masih sangat muda, ia terus menyimpan beberapa jurnal ide bisnis yang kemungkinan suatu hari nanti akan ia kerjakan.

Morse adalah otak dibalik Zollipops, Lollipop yang terbuat dari zativa pemanis alternatif yang dapat mengurangi keasaman dan membantu mengurangi risiko gigi berlubang.

Zollipops terbuat dari alternatif gula yang beralas dari tumbuhan ertitritol dan sylitol, yang bebas gluten, vegan dan halal.

Ketika Ia mulai mendirikan perusahaan pada empat tahun lalu, Morse mengandalkan orang tuanya yang memiliki pengalaman profesional dalam penjualan dan pemasaran, pada tahun 2014, penjualan Zollipops mencapai satu juta dan mendapatkan keuntungan hingga $300.000 pada 2015.

Morse yang saat ini menduduki kelas lima, tinggal di Michigan dengan keluarganya. Ia mengatakan pada Smithsonian.com tentang obrolan ia dengan orangtuanya untuk meningkatkan ide bisnis dengan mengembangkan permen bebas gula.

Apa yang menginspirasi kamu untuk Membuat Zollipops?

Selama perjalanan ke bank bersama Ayah saya, teller menawarkan pada saya sebuah permen lolipop manis.

Saya suka permen, tapi Ayah pernah mengatakan padaku bahwa mengonsumsi gula terlalu banyak tidak baik untuk saya dan gigi. Sehingga saya bertanya, mengapa kita tidak membuat permen yang baik untuk diri kita?

Apa yang terjadi selanjutnya? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar mulai membuat permen lollipop bebas gula ?

Ya, saya bertanya pada Ayah sekitar lebih dari 100 kali, kapan kita akan membuat permen yang sehat? Dan setiap kali saya pergi ke bank atau melihat permen gratis di meja, hal itu lah yang menjadi pengingat saya untuk bertanya kepada ayah lagi. Butuh empat hingga lima bulan untuk mendapatkan bantuan dari Ayah.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved