Inilah Tanda-tanda Dampak Perubahan Iklim yang Terjadi di Seluruh Dunia

Berdasarkan laporan jurnal Science, sebanyak 82 persen proses biologis kunci yang diperlukan dalam menjaga ekosistem yang sehat telah terpengaruh oleh

Inilah Tanda-tanda Dampak Perubahan Iklim yang Terjadi di Seluruh Dunia
Thinkstock via national geographic
Diperkirakan 30 persen dari terumbu karang di planet ini telah binasa akibat kenaikan suhu laut, akibat El-Nino dan pengasaman. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berdasarkan laporan jurnal Science, sebanyak 82 persen proses biologis kunci yang diperlukan dalam menjaga ekosistem yang sehat telah terpengaruh oleh fenomena perubahan iklim.

Perubahan itu telah terasa, meskipun suhu planet ini hanya meningkat satu derajat Celcius dibanding masa sebelum era industri.

“Kita telah melihat salamander menyusut ukurannya, kita melihat burung yang bermigrasi mengubah rutenya, kita melihat spesies kawin silang sekarang, hanya karena Bumi sedikit menghangat,” kata James Watson, profesor di University of Queensland dan penulis senior.

Tingkat pemanasan yang melebihi 2 derajat Celcius akan menyebabkan berbagai peristiwa meresahkan lain, seperti mencairnya gletser, kenaikan air laut, cuaca ekstrim dan wabah penyakit.

Selain dampak buruk bagi umat manusia, perubahan ini secara drastis akan mengubah biologi di seluruh dunia.

“Bukan hanya satu atau dua spesies di satu atau dua tempat, tetapi seluruh sistem dan seluruh proses. Semua yang hidup di dalam sistem itu hampr dapat dipastikan mengalami perubahan perilaku, cara hidup dan cara bergerak,” tutur Watson.

Watson mengatakan, dalam laporan itu, tidak hanya ada petaka dan kesuraman saja.

Ia mencatat, masih ada waktu, meski terbatas, untuk bertindak melindungi lingkungan dan berinvestasi di sektor energi terbarukan.

“Tidak ada keraguan, bahwa kita sedang berada dalam pemanasan dramatis. Kita benar-benar menuju era iklim yang di luar batas normal. Dengan tambahan pemanasan satu derajat lagi, hampir 100 persen spesies terpengaruh, yang tidak kita ketahui ialah bagaimana spesies bereaksi,” pungkasnya. (National Geographic/Lutfi Fauziah. Sumber: Nick Visser/The Huffington Post)

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved