Banjarmasin Post Edisi Cetak
Payung Teduh : Jajakan CD
Oleh sebab itu, album ketiga mereka nanti, para personel Payung Teduh akan menangani sendiri distribusi album itu.
BANJARMASINPOST.CO.ID - Vokalis dan gitaris grup folk pop Payung Teduh, Mohammad Istiqamah Djamad –akrab disapa Is-- mengungkapkan bahwa dia bersama rekan-rekannya tidak ingin menjadi “hologram” bagi para penggemar.
“Kami dari awal terbentuk pengin berinteraksi secara langsung sebanyak mungkin dengan penggemar. Jadi, jangan jadi ‘hologram’, bisa dilihat, tetapi enggak bisa disentuh,” kata I yang bersama kelompoknya bakal manggung di taman Murjani Banjarbaru, akhir pekan ini.
Oleh sebab itu, album ketiga mereka nanti, para personel Payung Teduh akan menangani sendiri distribusi album itu.
“Kami pengin balik ke keadaan kayak pas album pertama. Istilahnya, kami bikin kue sendiri dan menjajakan kue itu sendiri. Saya enggak suka dibilang indie ya, tetapi lebih ke cara alternatif buat orang-orang di luar sana. Saya lebih suka dibilang menjajakan jajanan ke orang secara langsung. Itu interaksi sosialnya lebih banyak,” ujar jebolan Universitas Indonesia itu.
“Kalau balas-balasan SMS sama yang pesan album kami tuh lebih hidup aja suasananya,” imbuhnya.
Suasana lebih hidup itu dirasakan Is ketika dulu dia mengantar sendiri CD album Payung Teduh kepada seorang penggemar yang memesan album tersebut.
“Saya ingat jualan dan nganterin CD album Payung Teduh ke peron stasiun. Di sana, saya janjian dan nganterin CD itu buat orang yang pesen. COD (cash on delivery) gitu. Nganterin CD ke orang secara langsung enak banget. Nuansanya hidup banget,” tuturnya.
“Bisa ketemu langsung dan kopdar (kopi darat) sama penggemar itu menyenangkan sekali,” tambahnya.
Grup musik pop-jazz akustik Payung Teduh beranggota Mohammad Istiqamah Djamad atau Is (gitar, vokal), Comi Aziz Kariko atau Comi (bas), Ivan Penwyn atau Ivan (guitalele), dan Alejandro Saksakame atau Cito (drum, cajon).
Menurut mereka, kesempatan tampil di berbagai panggung tak lepas dari hasil positif dua album yang telah dirilis. “Kemarin diajak ikut project macam-macam sampai ikut dalam penggarapan soundtrack film ya, ini adalah efek dari karya kami, hal-hal itu mengikuti. Bagi kami yang penting itu berkarya terus,” ujar Is lagi.
Dan, kabar terbaru, setelah sekian lama, akhirnya akan ada karya terbaru dari grup musik Payung Teduh.
Bekerja sama dengan Yamaha Musik Indonesia, Payung Teduh akan mendokumentasikan karya dari album pertama dan album kedua dalam pendekatan yang berbeda. Sebanyak 13 lagu akan dipadupadankan dengan sentuhan string mini orchestra.
Berdasar keterangan tertulis yang diterima Selasa (15/11), rekaman dilangsungkan secara live pada Kamis, (17/11) kemarin di Hall Yamaha Musik Indonesia, di Jakarta.
Hasil rekaman live ini akan diproduksi dalam bentuk CD, kaset, piringan hitam, DVD, dan platform musik digital. (tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/cover-bpost-halaman-1_20161118_162736.jpg)