Perhiasan Tembaga Ala Martha Krisna Tembus Pasar Luar Negeri
Selain menggunakan bahan kawat tembaga berbagai ukuran, Martha juga membuat aksesori manik-manik
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kawat tembaga biasanya dikenal hanya sebagai komponen listrik ataupun bahan lilitan dynamo. Tapi berkat ide kreatif dan sentuhan ajaib tangan Martha Krisna dari Galleria Kriya, kawat tembaga disulap menjadi aneka aksesori cantik yang bernilai jual tinggi.
“Benda apapun di sekitar kita, sebenarnya bisa menjadi barang antik dan cantik kok. Tinggal kita saja lagi, apakah mau mengeksplor ide-ide kreatif dan mengolahnya,” ucap Martha ketika ditemui di rumah produksinya Jalan Guntung Manggis Komplek Mustika Indah Blok A Nomor 11 RT4 RW6 Kelurahan Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru.
Dengan keterampilan tangannya, Martha bisa membuat berbagai produk perhiasan dan aksesori seperti gelang, kalung, cincin, tas, dompet hingga jam tangan. Semua itu dibuat dari rangkaian kawat tembaga yang dililit sedemikian rupa dengan dipadukan bahan lain, misalnya bebatuan. Di antaranya yang banyak diminati konsumen seperti aneka bros.
Martha mengambil bahan lokal batu Cempaka. Batu-batu itu sebelumnya terlihat biasa. Bahkan hanya menjadi tumpukan batu tak dilirik. Tapi setelah dipilah, digosok dan kemudian dirangkai membentuk sebuah bros, hasilnya menjadi perhiasan memikat bernilai ratusan ribu rupiah. Produk aksesori kawat tembaga Martha inipun sudah dijual ke daerah tetangga seperti Aceh bahkan luar negeri.
Batu lokal yang dipilih salah satunya jenis red borneo bercorak. Saat booming batu akik beberapa waktu lalu, harga red borneo hingga jutaan rupiah. Tapi setelah kejayaannya berlalu, red borneo hanya menjadi tumpukan koleksi pedagang.
Martha mengolah batu red borneo yang turun pamor ini menjadi mata kalung model klasik shabby rustic, antik dan etnik yang ternyata diminati wisatawan asing. “Saya pilih bahan batu red borneo. Belinya di pendulangan Cempaka. Dulu memang mahal, sekarang sudah murah. Tembaga saya tempa, dipipihkan, lalu dibentuk. Hasilnya saya tampilkan melalui media online, FB, Instagram atau media display. Biasanya ada saja yang order,” ucapnya.
Untuk jam tangan, dibuat dengan memadukan lilitan kawat tembaga sebagai gelangnya dengan jam.
Selain menggunakan bahan kawat tembaga berbagai ukuran, Martha juga membuat aksesori manik-manik yang dipadu dengan sasirangan yang dibenamkan dalam cetakan resin.
Karena hasil kreativitas inilah, Martha menjadi UMKM binaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi UMKM Kota Banjarbaru yang dinilai kreatif dalam mengolah produk. Ide seni kreatif yang mengombinasikan bahan khas lokal, menjadi kekuatan dari produknya. Bahan murah dan mudah didapat, yang setelah diolah bernilai jual tinggi. Usaha ini sangat prospektif jika serius digeluti.
Penasaran dengan produk aksesoris kawat tembaga Martha Krisna? Silakan mengubungi ke nomor 081349641729 atau akses https://m.facebook.com/galleriakriya.
Kepala Dinas UMKM Kota Banjarbaru, M Fachrudin, menjelaskan kreativitas memadukan nilai seni dan unsur potensi bahan lokal sebagaimana UMKM Martha Krisna menghasilkan kekuatan produk yang lebih prospek dan bersaing. “Kita pun terus mengupayakan berbagai bantuan dukungan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM melalui berbagai pelatihan, akses promosi, pemasaran, packaging hingga permodalannya,” ucap Fachruddin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/martha-krisna-ukm-aksesori-tembaga_20161118_223819.jpg)