Metro Banjar Edisi Cetak
Kawanan Maling Bertopeng Todong dan Lukai Leher Ardhadiah Pakai Parang
Mulyadi menceritakan, peristiwa mengerikan yang menimpa istri dan tiga anaknya itu terjadi saat dia tidak berada di rumah, Rabu (16/11)malam.
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Istri dan tiga orang anak M Mulyadi masih takut bertemu dengan orang yang tidak dikenalnya. Ini merupakan buntut dari peristiwa mengerikan yang baru saja mereka alami, yakni diancam dan dilukai pakai parang oleh tiga orang maling bertopeng, Rabu (16/11) lalu.
Saat Metro Banjar bertamu ke rumah Mulyadi, Jumat (18/11) siang, hawa rasa takut itu masih sangat terasa. Anak bungsu Mulyadi misalnya, dia langsung ketakutan dan menangis begitu melihat orang yang tidak dikenal muncul di hadapannya.
Mulyadi menceritakan, peristiwa mengerikan yang menimpa istri dan tiga anaknya itu terjadi saat dia tidak berada di rumah, Rabu (16/11) malam sekitar pukul 21.00 Wita.
“Malam itu saya seorang diri ke luar rumah. Saya mau ke warung, yang tak jauh dari rumah saya,” kata warga Desa Gunungulin, Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar ini.
Mulyadi tidak mendapat atau merasakan firasat apa-apa saat dia meninggalkan istri dan tiga anaknya di rumah. “Saat saya pergi mereka tengah tidur. Waktu itu listrik lagi padam,” ujarnya.
Karena niat ke luar rumah tidak lama, Mulyadi pun keluar lewat pintu depan, bahkan pintu dalam sengaja tidak dia kunci.
“Tiga pencuri itu masuk ke dalam rumah saya tidak lewat pintu depan, tapi melalui pintu belakang. Sebelum masuk, pencuri terlebih dulu mencongkel pintu belakang,” ujarnya.
Aksinya pencuri dipergoki istri Mulyadi, Ardhadiah. “Rupanya, saat pencuri itu masuk istri saya terbangun,” ujarnya.
Ibu beranak tiga tersebut langsung berteriak minta tolong. Tapi si pencuri tidak mau tinggal diam. Mereka membekap dan menodongkan parang di leher Ardhadiah.
“Meski dibekap dan ditodong parang di leher, istri saya berontak. Akibat istri saya terluka di leher. Kedua lengannya juga terluka, karena disayat si pencuri,” ujarnya.
Teriakan Ardhadiah membangunkan kedua anaknya. Anita, anak sulung Mulyadi, juga tak luput menjadi sasaran parang pelaku yang berkalung di lehernya. Namun sebelumnya dia berupaya menjatuhkan cincin yang dikenakannya.
"Saat itu putri saya sempat dipaksa untuk memberi tahu keberadaan uang. Anak saya dijawabnya tidak ada. Setelah diancam selama 15 menit, istri dan tiga anak saya dilepas mereka,” ujarnya.
Kasus pencurian dengan kekerasan ini sudah ditangani Polres Banjar. “Saat ini tiga pelaku masih dalam tahap pengejaran,” kata Kapolres Banjar, AKBP Kukuh Prabowo melalui Kasatreskrimnya, AKP Budi Prasetyo. (gha)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/cover-metro-2_20161119_131107.jpg)