Breaking News:

2 Profesi Top pada 2015 yang 'Jatuh' dari Daftar 5 Teratas

Setiap tahun, kebutuhan akan lowongan pekerjaan semakin meningkat. Hal ini berlaku di seluruh dunia, termasuk Indonesia

net
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap tahun, kebutuhan akan lowongan pekerjaan semakin meningkat. Hal ini berlaku di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Para pencari kerja baik fresh graduate ataupun profesional berlomba-lomba mencari pekerjaan melalui online maupun dengan mendatangi berbagai job fair.

Terlebih sejak ditetapkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sumber daya manusia dari luar Indonesia pun sudah bisa mencari kerja di sini.

Dibandingkan dengan pekerjaan yang paling dibutuhkan dari data tahun 2015, kedua profesi ini gagal menempati posisi 5 teratas seperti dikutip dari aturduit.com:

1. Aktuaria

Profesi ini bukan berarti tidak dibutuhkan lagi di Indonesia, hanya sudah ada upaya dari pemerintah untuk mengatasi kelangkaan aktuaris di Indonesia.

Salah satunya pemerintah memiliki program mencetak 1.000 aktuaria.

Bahkan, OJK menargetkan aktuaris Indonesia dalam 5 tahun akan bertumbuh dua kali lipat.

Mengutip dari wikipedia, Aktuaris adalah seorang ahli yang dapat mengaplikasikan ilmu keuangan dan teori statistik untuk menyelesaikan persoalan-persoalan bisnis aktual.

Persoalan ini umumnya menyangkut analisis kejadian masa depan yang berdampak pada segi finansial, khususnya yang berhubungan dengan besar pembayaran pada masa depan dan kapan pembayaran dilakukan pada waktu yang tidak pasti.

Halaman
12
Penulis: Ernawati
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved