Berita Regional

Menhir Raksasa Ditemukan, Usianya Diperkirakan 2000 Tahun SM

Wahyu mengatakan, menhir pada zamannya digunakan masyarakat untuk berdoa atau menyembah sesuatu yang dianggap memberikan kekuatan pada kehidupannya.

Menhir Raksasa Ditemukan, Usianya Diperkirakan 2000 Tahun SM
Tribun Jogja/Rendika Ferri
Salah seorang warga menunjukkan Menhir yang ditemukan di dusun Sokoliman II, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Minggu (20/11/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, GUNUNGKIDUL - Menhir raksasa ditemukan di wilayah Dusun Sokoliman II, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul.

Batu dengan panjang lebih dari 4 meter ini diperkirakan berusia lebih dari 2000 tahun sebelum masehi.

Benda tersebut ditemukan di lahan pekuburan setempat.

Juru Kunci Makam Sokoliman Parjio (50) mengatakan, penemuan menhir raksasa tersebut pada akhir bulan September 2016 lalu di pemakaman umum Sokoliman.

Ia bercerita penemuan menhir tersebut berawal saat dirinya melakukan penggalian untuk kuburan. Namun saat digali pada kedalaman kurang lebih 30 cm, dia menemukan batu besar yang ternyata adalah menhir.

"Waktu itu kami sedang menggali untuk kuburan, tetapi baru digali 30 cm, ditemukan batu besar yang setelah diteliti ternyata adalah menhir," ujar Parijo, Minggu (20/11/2016).

Usai ditemukan, pihaknya langsung menyerahkan benda purbakala tersebut kepada Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta pada 10 Oktober lalu.

"Diteliti ternyata itu menhir yang paling besar yang ditemukan di Gunungkidul," ujarnya.

Batu tersebut memiliki panjang 2,82 meter. Sementara batu satunya, memiliki panjang 75 cm, dengan diameter hampir 1 meter.

Diketahui menhir tersebut merupakan menhir paling besar yang baru ditemukan di Gunungkidul.

Hingga kini, batu menhir itu masih diletakkan di sekitar lokasi situs Sokoliman untuk diamankan dan menambah koleksi disana.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Wahyu Astuti mengatakan menhir yang ditemukan dengan ketinggian sekitar 4 meter tersebut diperkirakan usianya 2000 tahun sebelum masehi.

"Menhir yang ditemukan itu, usianya sekitar 2000 tahun sebelum masehi," kata Wahyu, Minggu (20/11/2016).

Wahyu mengatakan, menhir pada zamannya digunakan masyarakat untuk berdoa atau menyembah sesuatu yang dianggap memberikan kekuatan pada kehidupannya.

Menhir juga digunakan untuk patok batas wilayah kekuasaan.

Ia mengatakan, wilayah Gunungkidul banyak ditemukan berbagai benda purbakala yang diperkirakan sudah ada jauh sebelum masa sejarah.

Seperti Gua braholo, di Desa Semugih, Rongkop, ditemukan kerangka manusia dan barang purbakala berusia 4000 tahun sebelum masehi.

"Bisa jadi Gunungkidul adalah salah satu peradaban tertua di DIY, bahkan di Indonesia," kata dia.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved