Meski Sehat, Salad Rentan Terkontaminasi Bakteri

Salad cukup populer bagi pelaku diet maupun hidup sehat. Namun, pengolahan salad yang salah, justru dapat membuat tubuh rentan terkena infeksi bakteri

Meski Sehat, Salad Rentan Terkontaminasi Bakteri
kompas.com
Tuna Bocconcini Over Caprese Salad di Restoran Socieaty, Mal Plaza Indonesia, Jakarta. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Salad cukup populer bagi pelaku diet maupun hidup sehat. Namun, pengolahan salad yang salah, justru dapat membuat tubuh rentan terkena infeksi bakteri.

Salad kemasan yang terdiri dari daun pilihan bisa menjadi tempat subur berkembangbiaknya bakteri, seperti Salmonela dan E. coli yang dapat menyebabkan keracunan.

Para ilmuwan mengatakan, getah yang keluar dari dedaunan dapat membantu bakteri untuk bertahan hidup dan berkembang, menyebabkan bahaya potensial bagi kesehatan.

Studi menunjukkan, getah atau cairan yang keluar dari daun yang rusak dapat meningkatkan pertumbuhan patogen 2.400 kali lipat dan meningkatkan kemampuan patogen untuk menyebabkan penyakit pada manusia.

Risiko bahaya juga meningkat, karena getah daun membuat bakteri menjadi begitu lekat pada daun, bahkan meski mencucinya, tidak bisa menghilangkan semua bakteri.

The Food Standards Agency mengatakan, ada lebih dari 500.000 kasus keracunan makanan di Inggris setiap tahun, termasuk 48.000 kasus yang disebabkan oleh buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Salmonella yang kerap ditemukan di daun hijau yang terkontaminasi oleh kotoran hewan, dapat menyebabkan diare, kram perut, muntah dan demam dan menyebabkan sekitar 2.500 rawat inap setiap tahun.

Pemimpin studi Dr Primrose Freestone, dari University of Leicester, menyarankan pembeli untuk mencuci semua daun dan memakannya secepat mungkin setelah membuka kantung atau plastik salad.

Dia menambahkan, “Salmonella dapat tumbuh di permukaan lembab bahkan dalam air, bahkan ketika itu didinginkan. Telah terjadi sejumlah wabah yang berhubungan dengan produk salad segar yang terkontaminasi dengan Salmonella dan E. coli dalam beberapa tahun terakhir.”

Dr Kimon Andreas Karatzas, Asisten Profesor Mikrobiologi Makanan di University of Reading, mengatakan, "Konsumen tidak boleh lupa bahwa patogen bawaan makanan dapat mematikan. Salmonella dapat bertahan dan berkembang dalam produk segar seperti salad.”

“Namun, menghindari produk segar bukan solusi, sehingga akan lebih baik untuk membeli sayuran yang masih sangat segar lalu mencuci dengan baik sebelum Anda makan."

Julie Ashmore, dari Institut Ilmu dan Teknologi Pangan, mengatakan, "Anda tidak harus berhenti makan salad, cukup pastikan salad tersebut segar dan bersih.”

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved