Berita Banjarbaru

Penambangan Tanah Urug Ilegal di Sungai Ulin Kembali Aktif, Satpol PP Meradang

“Padahal baru Senin (21/11/2016) tadi kami Satpol PP bersama SKPD terkait Kepala Badan LH, Kepala BPPT PM, Disperindagtamben memeriksa lokasi itu"

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kasatpol PP Kota Banjarbaru, H Masjudin Noor, meradang. Perkembangan informasi diterimanya menyebutkan lokasi tambang tanah urug yang bermasalah tanpa izin di kawasan Sirkuit Sungai Ulin, dilaporkan kembali aktif. Unit ekskavator bahkan dikhabarkan sudah diposisikan kembali pada lokasi tersebut.

“Padahal baru Senin (21/11/2016) tadi kami Satpol PP bersama SKPD terkait Kepala Badan LH, Kepala BPPT PM, Disperindagtamben memeriksa lokasi itu. Sudah total setop aktivitas. Sepi, tidak ada satu pun unit alat berat yang beroperasi,”ucap Masjudin Noor dengan nada tinggi sembari mengumpulkan anggota Satpol PP giat turun lapangan memeriksa lokasi lahan dimaksud.

Hal yang mengejutkan, informasi yang diterima Masjudin Kamis (24/11/2016) kemarin, menyebutkan kondisi sebaliknya. Ada unit ekskavator yang datang ke lokasi lahan bermasalah tersebut dan siap kembali beroperasi.

“Katanya ada lagi unit alat berat datang ke lokasi itu. Ini artinya nekad main-main dengan hukum. Makanya info demikian kita tindaklanjuti serius,”ucapnya.

Pukul `10.00 Wita, anggota Satpol PP terpantau mengumpul di markas Satpol PP Banjarbaru di lingkungan Balai Kota Banjarbaru. Sebuah mobil Propam Polresta Banjarbaru yang juga ditumpangi anggota perkaian Satreskrim Polres Banjarbaru dan mobil Denpom Banjarbaru juga terlihat merapat bergabung di markas Satpol PP.

Tak berapa lama, empat iringan mobil rombongan Satpol bersama Propam Denpom meluncur meluncur menuju arah Jalan PM Noor Sungai Ulin dan langsung berbelok ke kiri memasuki kawasan Sirkuit Sungai Ulin.

Setibanya di lokasi, tim ternyata masih mendapati kondisi yang sama dengan beberapa hari sebelumnya. Lokasi pematangan lahan tanah urug tanpa izin di kawasan sirkuit Sungai Ulin, masih terlihat sepi. Tidak ada aktivitas apapun. Demikian pula unit ekskavator yang dikhabarkan ada datang, malah tidak terlihat.

Satu-satunya aktivitas yang terlihat di lokasi pematangan lahan di sebelahnya yang memang telah mengantongi izin resmi berupa izin pemanfaatan material pematangan lahan.

“Memang sempat ada alat datang melalui lokasi ini, tapi alat itu katanya untuk pekerjaan proyek jalan dan cuma melintas lewat saja,”ucap salah seorang pengawas lahan kepada tim.

Setelah memastikan kondisi tetap terkendali, rombongan beralih memantau lokasi tambang tanah urug tanpa izin di kawasan Guntung Kupang. Di titik ini, tim juga mendapati tidak ada aktivitas penambangan.

Kasatpol PP Banjarbaru, H Masjudin Noor, menyatakan pihaknya bekerjasama dengan aparat Polresta Banjarbaru dan Denpom Banjarbaru, akan terus melakukan pengawasan bersama di lapangan. Menekan munculnya kembali aktivitas penambangan tanpa izin yang sudah ditutup.

“Satpol PP Banjarbaru bersama-sama dibantu Propam dan Satreskrim Polresta Banjarbaru serta Denpom Banjarbaru sudah turun ke lapangan dan memastikan di lokasi yang tanpa izin pematangan lahan, tidak ada aktivitas. Semuanya sudah setop beroperasi,”ucap Masjudin Noor.

Sebelumnya, warga mempermasalahkan bahkan melakukan penyetopan paksa aktivitas ekploitasi tanah urug kawasan sirkuit Sungai Ulin. Hasil peninjauan di lapangan, pihak BPPT PM dan Diseperindagtamben Banjarbaru, menyatakan kalah lokasi penambangan bermasalah itu tidak ada berizin.

Sedangkan dua titik sekiarnya memiliki izin resmi tapi bukan izin usaha pertambangan (IUP) melainkan Izin Pemanfaatan Material Pematangan Lahan berdasarkan Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 23 Tahun 2013 yang diubah dalam Peraturan Walikota Banjarbaru Nomor 17 Tahun 2016.

Penulis: Syaiful Akhyar
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved