Banjarmasin Post Edisi Cetak
Harga Batu Bara Membaik, Devisa Kalsel Turun 23 Persen
Data Disperindag Kalsel penerimaan devisa dari ekspor batu bara di Kalimantan Selatan pada 2016 hingga Juli tercatat sebesar 2,265 miliar Dolar AS.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga ekspor batu bara mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Namun, kenaikan itu tidak serta-merta memulihkan kondisi perusahaan batu bara. Demikian pula terhadap penerimaan devisa ekspor batu bara di Kalimantan Selatan.
Berdasar data Disperindag Kalimantan Selatan, penerimaan devisa dari ekspor batu bara di Kalimantan Selatan pada 2016 hingga Juli tercatat sebesar 2,265 miliar dolar AS.
Kalau dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama mengalami penurunan sebesar 23,27 persen. Pada posisi Juli 2015, jelas Nurfuansyah, Kasie Ekspor Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kalsel, nilai ekspor batu bara mencapai 2,951 miliar dolar AS.
Disebutkan dia, turunnya penerimaan devisa dari ekspor batu bara itu selain karena harga jualnya turun juga karena volume ekspor batu bara menurun. Batu bara yang diekspor tahun ini mengalami penurunan sekitar 5,12 persen. Tahun 2015 hingga Juli batu bara yang diekspor sebanyak 68.130 juta metrik ton. Tahun 2016 pada posisi yang sama volume batu bara yang ekspor sebanyak 64.638 juta metrik ton.
“Turunnya nilai ekspor batu bara itu selain volume batu bara yang diekspor menurun, harga jualnya juga turun karena berkurangnya permintaan pasar,” ungkapnya.
Memang, sebut Nurfuansyah, sejak Mei lalu harga batu bara mengalami kenaikan, namun masih relatif kecil yaitu di kisaran 3-5 persen.
Realisasi ekspor Kalsel tahun 2016 hingga Juli nilainya 3,640 miliar dolar AS, penyumbang devisa terbesar adalah batu bara nilainya 2,265 miliar dolar AS. Penyumbang devisa kedua ditempati produk kayu nilainya 652,532 juta dolar AS.
Batu bara selama ini menjadi andalan sebagai penghasil ekspor nonmigas. Namun dalam beberapa tahun terakhir harga jual merosot tajam hingga berdampak pada pertambangan di Kalsel.
“Kalau nilai ekspornya mengalami penurunan secara otomatis akan berdampak terhadap penerimaan devisa di Kalsel,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/cover-banjarmasin-post_20161206_162714.jpg)