Ekonomi dan Keuangan

Bank Syiarkan Agama di Kalangan Eksekutif

Bahkan mereka terlihat serius memperhatikan dengan seksama acara yang menghadirikan Dr Muchlis M Hanafi

Tayang:
Penulis: Burhani Yunus | Editor: Didik Triomarsidi
burhani yunus
Acara Forum Kajian Alquran Eksekutif yang dilaksanakan Bank Kalsel bekerja sama dengan IAIN Antasari, Rabu (7/12) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hujan lebat dan suara keras gumuruh suara guntur yang nyaring terdengar di luar Gedung Lantai 7 Bank Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, tidak menyurutkan semangat undangan yang menghadiri acara Forum Kajian Alquran Eksekutif yang dilaksanakan Bank Kalsel bekerja sama dengan IAIN Antasari, Rabu (7/12) malam.

Bahkan mereka terlihat serius memperhatikan dengan seksama acara yang menghadirikan Dr Muchlis M Hanafi, Kepala Pengkajian Alquran pada Lajnah Pestashihan Mushaf Al Quran Jakarta, tersebut.

Hadir pula pada acara dengan tema "Prinsif-prinsif Etika Komunikasi Dalam Tinjauan Alquran dan Hadiz" tersebut Direktur Utama Bank Kalsel H Irfan, Direktur Bisnis H Supian Noor, dari IAIN Antasari Wakil Rektor I IAIN Antasari Prof Dr H Syaifuddin Sabdan,

Direktur Pasca Sarjana IAIN Antasari Prof Mahyudin Barni, Kepala LPP RRI Banjarmasin Sutrisno Santoso dan Ketua Yayasan Pendidikan Stia Bina Banua Banjarmasin H Gerilyansyah Basrindu.

Acara yang dimulai pada pukul 18.30 Wita tersebut diawali dengan Shalat Isya berjamaah kemudian dilanjutkan acara ceramah sekaligus tanya jawab undangan dengan Dr Muchlis M Hanafi.

Dalam sambutanya Wakil Rektor I IAIN Antasari Prof Dr H Syaifuddin Sabda sambutannya pihaknya sangat bersyukur melalui kesempatan seperti ini bisa bertatap muka dan berdiskusi dengan nara sumber. Diharap hal ini menjadi berkah.

Direktur Bank Kalsel H Irfan pengajian itu mengatakan acara tersebut rutin pihaknya laksanakan tiga bulan sekali guna menanamkan syiar agama di jajaran Bank Kalsel.

Dalam perspektif Alqurannya Muchlis M Hanafi dihadapan pada undangan yang hadir mengatakan, dibandinv mahluk lainnya, manusia adalah mahkuk yang unik.

Keunikannya bukan terletak pada kampuan berpikirnya saja sebagai homo sapiens, tetapi juga terletak pada kemampuan berbahasa dan berkomunikasi.

Inilah yang membedakan manusia mahluk lain, seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan. Tidak berlebihan apa bila manusia disebut animal symbolicum, mahluk yang menggunakan simbol, sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia menggunakan simbol-simbol dalam mengomunikasikan pikirannya.

Simbol tersebut bisa dalam bentuk kata-kata (verbal), perilaku non-verbal, dan objek-objek yang maknanya disepakati bersama.

Misalnya, kata Muchlis M Hanafi, bila ada seorang manusia memakan pisang dihadapan seekor monyet, maka sang monyet hanya bisa mengernyitkan dahinya tanda ftustasi, tanpa bisa berkata-kata untuk meminta.

Tidak terbayang bila monyet bisa berbahasa dan berkomunikasi dengan lainnya, sehingga bersama-sama berpikir untuk menanam pohon pisang.

Kekampuan berbahasa dan berkomunikasi inilah yang menjadika manusia layak mengemban amanah sebagai khalifah untuk memakmurka bumi.

Sejak pertama kali diciptakan manusia dianugrahi kemampuan mengenali nama atau fungsi dan karakteristik benda-benda.

Dengan pengetahua itu manusia dapat mengomunikasikan dan bertukar pesan (informasi) tentang apa yang diketahuinya melalui simbol-simbol bahasa. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved