Banjarmasin Post Edisi Cetak

Fajrianto Pun Hapus Akun FB

Fajrianto Wildani, sosok muda Banjarbaru yang bergerak dibidang Event organizer memutuskan tidak lagi menggunakan facebook.

Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id
Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (9/12/2016) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengguna media sosial kini makin hati-hati. Apalagi dalam mencari dan mencerna informasi dari facebook. Poling sederhana disebar BPost, mayorits netizen malah tidak lagi ‘main’ facebook. Namun masih ada juga yang aktif, itupun cuma ‘nengok-nengok’ akun saja.

Fajrianto Wildani, sosok muda Banjarbaru yang bergerak dibidang Event organizer memutuskan tidak lagi menggunakan facebook. Padahal, sebelumnya facebook membantunya promosi suatu kegiatan yang berhubungan dengan event. Namun dia kemudian memutuskan’ logout’ facebook baru-baru ini.

“Wah sudah tidak lagi main FB. Terganggu banyaknya orang berjualan, dan kerap mendapat 90 persen berita hoax. Daripada dapat info tidak jelas, baik off,” kata warga Al Ichawan, Kelurahan Guntung Paikat, Banjarbaru, ini Kamis (8/12).

Fajrianto berujar, menggunakan medsos harus bijaksana, jadi diri sendiri dan jangan jadi penghasut. “Sekarang malah bermunculan pengguna penghasut, sebar berita hoax. Kalau terbukti cemarkan nama baik dan sekarang mudah dibawa ke ranah hukum,” ujarnya.

Sosok muda lainnya, Fathul hafidh yang staf pengajar Uniska juga mengaku malas main FB. “Indonesia sejak sebelum merdeka sudah berbeda-beda agama dan suku, kita wajib menghormati agama lain. Baik itu di facebook, sosial media lain atau di keseharian, kita wajib saling menghormati,” kata warga Banjarbaru itu.

Sementara bagiRachmat Ramadhan, pemuda Guntung Manggis yang berprofesi sebagai pemandu museum mengaku masih buka Facebook tapi dibatasi hanya sekedar jalin silaturahmi. Untuk urusan memburu informasi dan berita, dia memilih ke media sosial lainnya.

“Untuk urusan berita saya tidak lihat di FB, saya cek di Line atau twitter dengan Source dari kantor berita resmi, bukan vlog ecek-ecek. Kalau twitter saya intip di God News From Indonesia. Kalau Line intip Line News, kalau facebook, aduh, harus hati-hati,” bebernya.

Lain lagi dengan FDJ Felicia Yurina selain masih main di Facebook, juga aktif di Instagram, twitter, hingga Path. Bahkan untuk Instagram, dia mengaku punya dua akun aktif. “Akun lama lebih dari 850 follower dan akun baru baru 750 followers,” tuturnya.

Dia menyebut, dengan adanya UU ITE memberikan rasa nyaman dan keamanan kepada setiap pengguna internet di Indonesia. Hanya memang, dia berujar diperlukan pembelajaran lebih lanjut terkiat penjelasan yang lebih mendalam tentang kreteria pencemaran nama baik di pasal 27 UU ITE.

“Sehingga harus jelas dan tegas apa yang didefenisikan sebagai pencemaran nama baik dan tidak ada lagi multitafsir. Ke depan semoga adanya Undang-Undang ITE menjadi sebuah regulasi yang dapat melindungi dan memberikan rasa nyaman bagi setiap pengguna internet,” punkas Felicia. (kur)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (9/12/2016)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved