Metro Banjar Edisi Cetak

Ular 3 Meter Lukai Tangan Ancan

Ancan bersama temannya, Supian, berusaha menangkap ular yang sering memakan ayam milik warga Jalan Kelurahan, Landasanulin selatan, Lianganggang.

Editor: Elpianur Achmad
metrobanjar.com
Metro Banjar Edisi Jumat (9/12/2016) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Ancan bersama temannya, Supian, berusaha menangkap ular yang sering memakan ayam milik warga Jalan Kelurahan, Landasanulin selatan, Lianganggang, Banjarbaru. Sialnya, ular sepanjang tiga meter itu berhasil melukai tangan Ancan. Untungnya, luka itu tidak parah dan membahayakan nyawa Ancan.

Selama ini warga Jalan Kelurahan sangat resah dengan ulah ular yang sering menyatroni kandang ayam. Tak hanya itu, si ular juga kerap menggigit mati atau memakan ayam milik warga.

Kamis (8/12) pagi, warga melihat ular sepanjang tiga meter mau menyantap ayam. Sebelum ular itu memakan ayam, Ancan dan Supian memberani diri menangkapnya. Tanpa banyak mendapatkan kesulitan ular pun berhasil ditangkap.

Saat ditemui, Ancan terlihat kesakitan. Ternyata ada luka gores di tangannya. “Luka ini akibat saya berupaya menaklukkan ular itu,” ujar Ancan.

Menurut Ancan, keberadaan ular sudah sangat meresahkan warga. “Sudah sering ayam warga hilang. Ini akibat ulah ular, " ucap Ancan, seraya mengatakan ular tersebut akan dijual ke Banjarmasin.

Ular sawa ini, kata dosen Biologi Fakultas MIPA Unlam, Muhamat, tidak punya bisa. “Ular ini membunuh mangsa yang lebih besar dengan cara melilit,” ujarnya.

Kalau mangsa kecil, kata dia, ular sawa akan langsung menelannya. “Mulut ular sawa, rahang atas dengan rahang bawah terpisah, tidak seperti rahang manusia,” ujarnya.

Menurut Muhamat, ular dapat tumbuh sangat besar. “Dalam pertumbuhan itu ular memerlukan makanan yang sangat banyak. Namun makanan yang ada di lingkungan ular seperti kodok, kadal, dan tikus tidak mencukupi lagi. Untuk mencukupi kebutuhan makanannya, ular memakan hewan yang ada sekitarnya, seperti ayam dan itik," ujarnya.

Perilaku ular sawa di Lianganggang, kata Muhamat, adalah contoh keseimbangan lingkungan yang sudah tidak seimbang.

“Manusia sudah tidak memberi kesempatan hewan lainnya tumbuh dan berkembang, dengan kecukupan tempat dan sumberdaya alam yang lainnya seperti makanan. Habitat ular sawa terganggu di kawasan itu," ucapnya. (kur)

Baca di Harian Metro Banjar Edisi Jumat (9/12/2016)

Sumber: Metro Banjar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved