Dinkes Balangan Evaluasi Pelaksanaan KTR

Bilik khusus merokok yang telah dibangun oleh Dinas Kesehatan Balangan di belakang kantor Pemkab Balangan sepertinya tak berfungsi maksimal.

Dinkes Balangan Evaluasi Pelaksanaan KTR
banjarmasinpost.co.id/elhami
Ruang merokok 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Bilik khusus merokok yang telah dibangun oleh Dinas Kesehatan Balangan di belakang kantor Pemkab Balangan sepertinya tak berfungsi maksimal.

Berdasarkan pantauan, selama pembangunan selesai, kondisi ruangan masih sama seperti selesai dibangun, pendingin ruangan juga belum dipasang, walaupun sudah ada kursi.

Salah satu pegawai di lingkungan Pemkab Balangan mengaku keberadaan bilik rokok yang dibangun kurang strategis.

"Agak jauh kalau ke belakang, turun naik tangga," katanya.

Menurutnya, semestinya bilik rokok dibuat di dalam ruangan pemkab misalnya di lantai satu, didalam bukan diluar.

Sementara itu pemerintah Kabupaten Balangan melakukan evaluasi terhadap Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai perda nomor 15 tahun 2014 kemarin.

Evaluasi serta juga monitoring ini diikuti oleh seluruh komponen yang dihadiri oleh Tim Satuan Tugas Pemantau Perda tersebut, serta juga dihadiri oleh Bupati Balangan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan A Nasa'i menegaskan evaluasi ini dilaksanakan untuk menentukan kualitas pelaksanaan KTR selama ini, baik itu nilai ataupun arti dari pemberlakuan KTR di Balangan.

Menurutnya Dinkes selama ini sudah berupaya mendorong salah satunya dengan pembentukan Tim Satuan Tugas Pemantauan Perda, membentuk Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok (KPK-AR).

"Kita juga membangun klikik hipnoteraphy berhenti merokok, sosialisasi baik di kabupaten, puskesmas, sekolah, lansia, rapat rutin, pemilihan duta remaja anti rokok, lomba SKPD penerapan KTR, dan monitoring," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya KTR bukanlah pernyataan perang bagi para perokok, namun ini merupakan panduan aturan bagi perokok agar bahaya merokok tidak mengancam orang lain.

Disebutkannya daerah yang selama ini sudah menjadi KTR sesuai perda adalah fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat ibadah, tempat bermain anak, angkutan umum, tempat kerja, dan sarana umum lainnya.

Ketua Koalisi Profesi Kesehatan Anti Rokok (KPK-AR) A Mahyuni mengklaim bahwa hasil evaluasi menyatakan bahwa pelaksanaan KTR di Kabupaten Balangan telah dilaksanakan dengan baik.

"Ya memang masih ada penyempurnaan lebih lanjut, tim akan melakukan rencana kerja, evaluasi, pemantauan yang melibatkan semua unsur SKPD, sesuai surat keputusan Bupati Balangan nomor 188.45/95/kum tahun 2016," pungkasnya.

Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved