Film

Star Wars, "Rouge One": Kala Pemberontak Bersatu Mencuri Death Star

Misi mereka sederhana, namun penuh risiko. Jyn Erso (Felicity Jones) bersama Cassian Andor (Diego Luna) dan K-2S0 (Alan Tudyk)

Star Wars,
reuters
Chirrut Imwe (Donnie Yen) dalam Film terbaru Star Wars: "Rouge One" 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Sebagai sebuah film spin-off pertama dari seri Star Wars, Rogue One memperkenalkan pada khalayak sederet karakter baru, yakni para pemberontak (rebel) rezim kekaisaran pimpinan Darth Vader.

Misi mereka sederhana, namun penuh risiko. Jyn Erso (Felicity Jones) bersama Cassian Andor (Diego Luna) dan K-2S0 (Alan Tudyk) yang secara tak terduga bertemu Chirrut Imwe (Donnie Yen), Baze Malbus (Jiang Wen) dan Bodhi Rook (Riz Ahmed) harus mencuri rencana Death Star --senjata paling mematikan kekaisaran dengan daya hancur luar biasa besar-- demi mengembalikan kebebasan di galaksi.

Sebelumnya, mereka harus menemukan Saw Gerrera (Forest Whitetaker), si pemberontak ekstrimis yang mungkin saja memiliki informasi berharga, termasuk soal ayah Jyn, (Galen Erso (Mads Mikkelsen)).

Berbekal informasi tak rinci dari sang jenius pembuat Death Star, yang tak lain ayah Jyn soal rahasia senjata itu, ditambah bala pasukan dan senjata tak seberapa, para pemberontak bergegas menuju planet Scarif.

Mereka harus menemukan cara menyabotase Death Star yang dikendalikan penuh oleh Direktur Orson Krennic (Ben Mendelsohn) dan tentu saja diawasi sang Darth Vader (Spencer Wilding). Bagaimana perjalanan mereka, rintangan apa saja yang harus mereka lalui dan pengorbanan apa yang harus mereka berikan?

Rouge One mengambil latar waktu setelah Star Wars Epsiode III, saat pemusnahan Jedi dan seluruh Jedi yang tersisa pergi bersembunyi, lalu kala Obi-Wan dan Yoda belum kembali, ungkap Chief Creative Officer dan Senior Visual Effects Supervisor, ILM, John Knoll.

Rouge One sendiri merupakan nama tanda panggilan kapal kargo yang dicuri para pemberontak untuk memasuki Scarif yang saat itu dibentengi perisai pelindung.

Saat itu, sekalipun hanya seorang "warga biasa", Jyn dan sekempulan pemberontak dipersatukan keadaan dan menemukan diri mereka melawan segala rintangan yang nampak mustahil dilewati.

Film karya sutradara Gareth Edwards bersama Walt Disney Studios dan Lucasfilm itu mengangkat soal harapan dan tekad sebagai nilai moral yang penting untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.

Penonton nampaknya akan sedikit tersenyum saat hadirnya Princess Leia yang bergegas pulang menggunakan Starship miliknya di menit-menit akhir cerita. Apa yang dia lakukan?

Hanya sayang, mereka yang sebelumnya belum pernah menonton episode-episode Star Wars relatif harus memutar otak memahami latar lokasi dalam film, tokoh-tokoh yang sudah dikenal dalam episode Star Wars sebelumnya dan apa yang terjadi serta bagaimana sehingga kisah Jyn ini muncul.

Rouge One: A Star Wars Story tayang perdana di bioskop-bioskop Indonesia mulai hari ini (14/12). Siap kembali menjelajah dunia Star Wars lewat karakter-karakter baru?

Editor: Didik Trio
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved