Sumatera Selatan

Pegawai Rumah Tangga Terima Uang Suap dalam Kantong Plastik Hitam untuk Bupati

Semula, ia tidak mengetahui bila bingkisan yang terbungkus kantong plastik warna hitam merupakan uang.

Pegawai Rumah Tangga Terima Uang Suap dalam Kantong Plastik Hitam untuk Bupati
tribun sumsel
Tiga saksi yang dihadirkan JPU KPK dimuka persidangan dalam sidang lanjutan suap terhadap Buapti Banyuasin di Pengadilan Tipikor PN Palembang, Kamis (15/12/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALEMBANG - Samdiono yang merupakan pegawai harian lepas rumah dinas Bupati Banyuasin mengaku dalam persidangan di Pengadilan Tipikor PN Palembang, Sumatera Selatan, sebelum Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian berangkat haji, ia sempat menerima bingkisan dari Rustami yang dibungkus dalam kantong plastik warna hitam.

Hal tersebut, diungkapkan Samdiono di muka persidangan untuk terdakwa Zulfikar.

Semula, ia tidak mengetahui bila bingkisan yang terbungkus kantong plastik warna hitam merupakan uang.

Bingkisan tersebut baru diketahui jika bingkisan tersebut berisikan uang, setelah penyidik KPK melakukan OTT usai acara syukuran keberangkatan haji Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian bersama istri.

"Memang sebelum OTT KPK, saya menerima bingkisan plastik warna hitam dari Rustami. Katanya ini untuk Bupati Yan Anton. Karena untuk bupati, jadi saya letakan di lemari kejar bupati yang ada di rumah dinas bupati. Selang beberapa lama, KPK datang dan melakukan OTT," ujarnya dimuka persidangan.

Usai melakukan OTT, penyidik KPK membawa Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Sekda Banyuasin Firmansyah dan Rustami dibawa penyidik KPK ke Palembang.

Setelah itu, ia tidak mengetahui lagi dan mendapat kabar bila Bupati Banyuasin telah ditetapkan sebagai tersangka karena telah menerima suap. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved