Berita Kabupaten Banjar

Warga Kelurahan Jawa Merasakan Kehadian Sultan Adam karena Pesan-pesan Ini

Menurut Warga setempat Anang Hermansyah, Sultan Adam kerap memberikan pesan melalui istrinya jika ada ada warga yang berbuat salah

Warga Kelurahan Jawa Merasakan Kehadian Sultan Adam karena Pesan-pesan Ini
hari widodo
Acara haul Sultan Adam Al Watsiqubillah di Jalan Sultan Adam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SOSOK Sultan Adam Al Watsiqubillah di Jalan Sultan Adam yang wafat pada 13 Rabiul Awal 1274 H dan dimakamkan di Kelurahan Jawa, Kabupaten Banjar pada hari Ahad 14 Rabiul Awal 1274 H bertepatan 8 November 1857 bagi warga sekitar keberadaan makamnya sangatlah dihormati.

Bahkan, mereka merasakan selalu kehadirannya sosok almarhum. Maklum saja, Sultan Adam selalu menyampaikan pesan-pesannya melalui salah seorang warga setempat.

Menurut Warga setempat Anang Hermansyah, Sultan Adam kerap memberikan pesan melalui istrinya jika ada ada warga yang berbuat salah. Misalkan, terlalu ribut, ada yang membuang sampah sembarangan atau buang air kecil di sekitar lingkungan makam.

"Biasanya Sultan berkomunikasi melalui istrinya menyampaikan kalau ada yang ribut-ribut atau buang sampah atau buang air kecil. Beliau, sangat tidak suka lingkungan makam dikotori termasuk jika ada yang pacaraan di sekitar makam,"ujar Anang Hermansyah menceritakan istrinya yang tergolong indigo.

Istri Anang Hermansyah saat ditemui membenarkan pesan Almarhum yang meminta agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan makam.

Bahkan, baru-baru ini urusan parkir pun dikritik beliau. Beliau meminta, warga yang berziarah ke makam tidak dipungut biaya parkir. Alasannya, siapa tahu orang yang berziarah tidak punya uang.

"Kecuali kalau Idul Fitri boleh saja alasannya karena saat itu orang ada saja yang hendak bersedekah. Sangat jauh beliau sampai ke masalah parkir disampaikan juga. Saya hanya menyampaikan pesan beliau. Kalau tidak disampaikan, lemas badan saya," ujar Istri Anang yang berpesan agar namanya tidak ditulis.

Menurutnya, terkait dengan gelaran Haulan ini, Sultan Adam sangat senang dan berterimakasih karena masih ada juriat yang menggelarnya.

Disetiap haul, beliau selalu hadir. Haul pekan tadi pun, demikian Sultan Adam juga hadir ditengah gelaran haul.

"Beliau kalau acara haulan atau keagamaan mengenakan baju gamis dan bolang. Tadi, beliau mengenakan baju gamis hitam dengan les warna keemasan. Kalau hari biasa, beliau mengenakan pakaian kerajaan,"terangnya.

Penulis: Hari Widodo
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved