Berita Tanahlaut

23 Rumah di Batibati Atapnya Rusak Bahkan Ada yang Lepas Setelah Diterjang Angin Kencang

Saat itu Asmiah mengaku mendengar suara yang diduganya angin puting beliung itu seperti batu yang diturunkan dari dumptruk untuk menimbun jalan

23 Rumah di Batibati Atapnya Rusak Bahkan Ada yang Lepas Setelah Diterjang Angin Kencang
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kerusakan rumah yang dialami warga di Batibati setelah diterjadi angin kencang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Sebanyak 23 rumah rusak atapnya disapu angin yang diduga angin puting beliung.

Itu terjadi di Desa Batibati dan Desa Padang, Kecamatan Batibati, Kabupaten Tanahlaut, Selasa (20/12/2016).

Asmiah, warga Desa Padang, mengaku saat rumahnya dilanda angin hingga merusak dinding rumah yang disewanya. Dirinya langsung berlari keluar rumah dan berteriak meminta tolong.

Saat itu Asmiah mengaku mendengar suara yang diduganya angin puting beliung itu seperti batu yang diturunkan dari dumptruk untuk menimbun jalan.

"Aku hanya seorang diri. Suami mencari kodok untuk umpan memancing, anakku membeli pulsa di depan. Cuma aku seorang diri di rumah. Untung dinding roboh itu aku tak di dapur," katanya.

Informasi dihimpun, saat peristiwa angin puting beliung warga persiapan istirahat, Senin (19/12/2016) sekitar pukul 21.30 Wita. Tak lama hanya sekitar 10 menit situasi itu membuat warga di Desa Padang RT 4 dan warga Desa Batibati RT 1 mengaku gementaran.

"Setelah angin itu hujan deras turun dan lampu PLN dipadamkan. Tak lama hujan reda dan lampu kembali terang. Situasi sudah normal, cuma saya tak bisa tidur, meski malam itu sudah ada bantuan selimut dan bahan makanan," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi rumah yang dihuni Asmiah masih dibiarkan rusak di bagian dinding dapur.

Tetangga yang terdampak ada yang sudah bekerja memperbaiki atap rumah dengan menganti denga atas seng dan terpal.

"Saya cuma bekerja ikut orang menimbang gula pasir untuk dibungkus kiloan. Jelas kami berharap sekali bantuan yang tak memberatkan bagi para dermawan," katanya.

Kepala Desa Batibati, H Musmulyadi membenarkan ada sembilan warga yang rumahnya terkena angin puting beliung. Dari sembilan rumah itu lima rusak berat dan empat rusak ringan. "Rusak berat karena atap rumahnya rusak," katanya. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved