Seputar Kalimantan

Dua Kebakaran Gegerkan Samarinda, Empat Karyawan Nyaris 'Terpanggang'

Menurut kesaksian pekerja lainnya, saat itu korban tengah melakukan perbaikan terhadap tabung elpiji. Namun tiba-tiba tabung elpiji terjatuh, yang men

Dua Kebakaran Gegerkan Samarinda, Empat Karyawan Nyaris 'Terpanggang'
HO
Kapolsekta Samarinda Utara, Kompol Erick Budi S mendatangi langsung lokasi terjadinya ledakan tabung elpiji, Senin (19/12/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Kebakaran kembali terjadi di Kota Tepian (sebutan Samarinda). Bahkan jelang tutup tahun ini, musibah kebakaran yang kerap terjadi menghanguskan pemukiman warga.

Sejak subuh dini hari Senin (19/12/2016), kebakaran telah terjadi. Total terdapat dua kali kebakaran dalam sehari.

Kendati bukan kawasan pemukiman, namun kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materil yang tidak sedikit.

Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 02.30 wita dini hari, di jalan PM Noor, atau tepatnya di salah satu sekolah swasta. Beruntung api hanya menghanguskan kantin sekolah dan tidak sampai membakar bangunan sekolah.

Kantin yang terbuat dari bahan kayu tersebut, ludes tak berbentuk, termasuk isi dalam kantin.

Lalu, kebakaran selanjutnya terjadi PT Energi Hulu Indonesia, yang merupakan anak perusahaan dari Pertamina, yang bergerak dibidang reparasi tabung gas elpiji 3 kilogram, sekitar pukul 11.30 Wita.

Kendati tidak sampai mengakibatkan kebakaran besar, namun empat karyawan perusahaan tersebut, yang sedang melakukan aktivitas di sekitar bengkel, mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Mereka harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Korban yang mengalami luka bakar, diantaranya M Rizal (20) yang mengalami luka bakar sekitar 20 persen, yang mengharuskannya dirawat inap di rumah sakit. Dan, korban lainnya hanya menjalani rawat jalan, yakni Yopiansyah (28), Fahrizal (24) dan Jupri (24).

Menurut kesaksian pekerja lainnya, saat itu korban tengah melakukan perbaikan terhadap tabung elpiji. Namun tiba-tiba tabung elpiji terjatuh, yang mengakibatkan terjadinya percikan api.

Kapolsekta Samarinda Utara, Kompol Erick Budi S menjelaskan, peristiwa tersebut murni kecelakaan kerja. Salah satu karyawan diduga lalai, yang mengakibatkan tabung terjatuh dan mengakibatkan ledakan.

"Ini kecelakaan kerja. Karena kelalaian karyawan, satu korban harus dirawat di rumah sakit, sedangkan korban lainnya hanya rawat jalan saja," ungkapnya. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved