Seputar Kalimantan

Warung Dibongkar, Pedagang Pelabuhan Nunukan Tuntut Ganti Rugi

Pekerjaan proyek jalan lingkar Pulau Nunukan di sepanjang garis pantai mangkrak lantaran terbentur pada ganti rugi yang belum diselesaikan.

Warung Dibongkar, Pedagang Pelabuhan Nunukan Tuntut Ganti Rugi
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NUNUKAN - Puluhan pedagang yang selama puluhan tahun berusaha di sekitar kawasan Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan, menuntut ganti rugi jika pembongkaran tempat usaha mereka direalisasikan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Meskipun sadar lahan yang akan digunakan untuk kelanjutan proyek pembangunan jalan lingkar tersebut merupakan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Nunukan, namun mereka menuntut janji Pemerintah Kabupaten Nunukan yang bersedia memberikan ganti rugi seperti tertuang dalam memorandum of understanding (MoU).

”Ayam saja kalau dipindah dibuatkan kandang. Masak kami digusur begitu saja tanpa ada kejelasan nasib?” kata Haji Muhammad Jafar, Senin (19/12/2016).

Pekerjaan proyek jalan lingkar Pulau Nunukan di sepanjang garis pantai mangkrak lantaran terbentur pada ganti rugi yang belum diselesaikan.

Sedikitnya masih ada 22 warung yang harus dibongkar untuk merealisasikan proyek di sekitar kawasan Pelabuhan Tunon Taka itu,

Jafar mengatakan, warga tidak akan terima jika digusur tanpa mendapatkan ganti rugi.

Pasalnya sebelumnya sudah ada perjanjian dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan, jika sewaktu-waktu lahan yang ditempati digusur, para pedagang akan mendapatkan tali asih sebagai kompensasi kerugian yang dialami.

“Sudah ada MoU, pemerintah siap memberikan ganti rugi. Ini yang kami tagih,” ujarnya.

Warga diberikan batas waktu untuk mengosongkan lahan yang akan digunakan tersebut paling lambat 31 Desember tahun ini. Merekapun dijanjikan ganti rugi sebesar Rp 7 juta untuk kios atau warung. Dan ganti rugi sebesar Rp 15 juta untuk rumah permanen yang terlanjur dibangun di kawasan itu.

Manager Operasional PT Pelindo IV Cabang Nunukan, Berli, mengakui memang ada kesepakatan warga dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk ganti rugi sebagai kompensasi pelaksanaan proyek jalan lingkar.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved