Seputar Kalimantan

Karyawan RSUD Nunukan Gelar Aksi, Pelayanan Terhenti

Para karyawan RSUD Nunukan menghentikan pelayanan kepada masyarakat untuk menuntut transparansi dan pembayaran jasa pelayanan.

Karyawan RSUD Nunukan Gelar Aksi, Pelayanan Terhenti
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Karyawan RSUD Nunukan, Rabu (21/12/2016), melakukan aksi menuntut transparansi dan pembayaran jasa pelayanan yang tertunggak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NUNUKAN - Sebuah spanduk dibentangkan para karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nunukan, Rabu (21/12/2016).

Spanduk yang dibentangkan di teras RSUD Nunukan berbunyi “Mohon Maaf kepada Seluruh Masyarakat, Kami Terpaksa Menghentikan Pelayanan Kesehatan di RSUD Nunukan untuk Sementara Waktu Sampai Hak-Hak Kami Dipenuhi / Dibayarkan”.

Para karyawan RSUD Nunukan menghentikan pelayanan kepada masyarakat untuk menuntut transparansi dan pembayaran jasa pelayanan.

"Memang gejolak sudah lama. Cuma kami tidak ingin ini mengarah ke hal negatif. Karena hanya dijanjikan terus, semua pegawai RSUD stop pelayanan. Kami menuntut hak,” kata Jamri, salah seorang dokter spesialis RSUD Nunukan.

Massa yang melakukan aksi tersebut ditemui langsung Direktur RSUD Nunukan, dr Dulman SPOG M.Kes.

Kepada para bawahannya, Dulman menyebut aksi mogok memberikan pelayanan ini tidak layak dilakukan mereka yang berprofesi sebagai dokter.

"Tanggung dosanya. Kita disumpah, kita ini dokter. Jangan jadi penjahat berpakaian medis hanya karena jaspel terlambat. Saya tidak setuju cara begini,” kata Dulman.

Menanggapi kekesalan Dulman, Jamri dan dokter Budi Azis justru menegaskan, aksi ini untuk menyuarakan aspirasi para PNS dan tenaga honor yang belum mendapatkan pembayaran jasa pelayanan sejak Maret lalu.

"Ini bukan masalah uang Pak Direktur. Ini masalah hak. Kalau masalah uang, gaji kami sebulan Rp 20 juta koma. Kalau honor ini, mereka kerja siang malam yang mereka dapat satu koma saja. Hari ini gajian, besok koma,” kata Budi.

Massa mengatakan, aksi ini untuk menuntut hak-hak yang belum diberikan. “Kalau hak kami belum diberikan, siapa yang tanggung dosanya?,” kata demonstran.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved