Seputar Kalimantan

Karyawan RSUD Nunukan Gelar Aksi, Pelayanan Terhenti

Para karyawan RSUD Nunukan menghentikan pelayanan kepada masyarakat untuk menuntut transparansi dan pembayaran jasa pelayanan.

Karyawan RSUD Nunukan Gelar Aksi, Pelayanan Terhenti
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Karyawan RSUD Nunukan, Rabu (21/12/2016), melakukan aksi menuntut transparansi dan pembayaran jasa pelayanan yang tertunggak. 

Massa menuntut transparansi manajemen RSUD Nunukan terkait belum dibayarkannya jasa pelayanan selama 10 bulan.

“Padahal RSUD Nunukan memiliki piutang senilai Rp 8 miliar diluar serta dana pelayanan kesehatan yang diprediksi mencapai Rp 5 miliar. Artinya uangnya ada, kenapa bisa lambat? Kalau alasan kas tidak ada, kemana larinya itu uang? Logisnya pasien juga bayar tunai kan?” kata mereka.

Massa mengaku bukan kali ini saja mereka mempertanyakan kepada manajemen tentang persoalan dimaksud.

"Sampai cara pengemis kami lakukan bertanya tentang ini. Hanya janji yang kami dapat. Akhirnya kami cuma bisa berdoa semoga kedua kaki dokter Dulman ke fungsional. Tidak hanya struktural," kata Jamri.

Tidak hanya soal keterlambatan pembayaran jasa pelayanan, massa juga menyoal pembagian jasa pelayanan.

Dicontohkan, karyawan yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hanya mendapatkan jasa pelayanan Rp 600.000 perbulan. Padahal mereka memiliki keahlian khusus.

“Sedangkan manajemen mendapat sekitar Rp 7 juta perbulan,” katanya.

Manajemen RSUD Nunukan juga melakukan pemotongan jasa pelayanan sebesar 20 persen tanpa memberikan penjelasan kepada karyawan.

Pada aksi itu massa menuntut agar jasa pelayanan sejak Maret segera dibayarkan.

“Malam ini juga. Kalau tidak, kita buat aksi lebih besar. Sisa jasa pelayanan bulan 8 sampai Desember harus lunas tanggal 27," tegas Budi.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved