Kampusiana
Wakil Rektor Ini Anggap Dosen ULM 'Engken' Beri Nilai
Antara IPK dan IPS indeksnya semakin menjauh. Ini menunjukkan grafik IPK mahasiswa semakin menurun dari nilai IPK tinggi.
Penulis: Milna Sari | Editor: Mustain Khaitami
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tiga tahun terakhir diakui wakil rektor satu ULM, Ahmad Alim Bahri grafik IPK mahasiswa ULM semakin menurun.
Antara IPK dan IPS indeksnya semakin menjauh. Ini menunjukkan grafik IPK mahasiswa semakin menurun dari nilai IPK tinggi.
Kondisi ini disayangkan olehnya pada saat sambutan Sumpah ke enam Dokter Gigi, di FK ULM, Kamis (22/12/2016).
Ia mengaku tak habis pikir infrastruktur pembangunan yang semakin baik, ditambah dengan SDM para dosen yang terus ditingkatkan justru menghasilkan lulusan dengan IPK tertinggal di bawah perguruan tinggi swasta.
"Ini sangat berpengaruh terhadap lapangan kerja lulusan, sehingga saat dalam mencari kerja mereka tertinggal dari PTS yang rata-rata memiliki IPK di atas tiga," ujarnya.
Seharusnya dengan adanya perbaikan itu diakuinya ULM bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas salah satu yang indikatornya adalah IPK yang tinggi.
"Ini sepertinya terjadi pembiaran nilai yang semakin sulit, artinya dosen-dosen engken memberi nilai," tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sumpah-ke-enam-dokter-gigi-di-fk-ulm_20161222_115446.jpg)