Berita Tanahlaut

Jenderal Tito Ingin Mathilda Ditetapkan Pahlawan Nasional

Tito yang juga pembina Bhayangkari beranggapan sosok Mathilda adalah istri polisi yang militan.

Jenderal Tito Ingin Mathilda Ditetapkan Pahlawan Nasional
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Ketua Umum Bhayangkari, Tri Suswati Karnavian tampak membaca buku sejarah Mathilda Batlayeri dan dokumetasi foto tahapan perbaikan monumen Bhayangkari teladan, Jumat (23/22/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian berkeinginan sosok pahlawan Bhayangkari, Mathilda Batleyeri menjadi pahlawan nasional seperti Ibu Kartini.

Itu dikatakan jenderal Tito saat mendampingi Ketua Umum Bhayangkari, Tri Suswati Karnavian meresmikan renovasi monumen pahlawan Bhayangkari teladan itu di Desa Kurau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (23/12/2016).

Tito yang juga pembina Bhayangkari beranggapan sosok Mathilda adalah istri polisi yang militan. Tidak takut menghadapi kematian dan itu hanya ada satu dari dalam 1000 Bhayangkari.

"Proses permohonan menjadikan pahlawan Bhayangkari menjadi pahlawan nasional sedang dalam proses. Mohon doanya," ujar Tito disambut aplus tepuk tangan hadirin.

Sebelum meninggalkan monumen, Tito dan istri menyempatkan berdialog dengan satu-satunya saksi hidup yang melihat heroiknya Mathilda membawa senjata api melawan serangan kelompok pengacau keamanan yang bersenjata api dan senjata tajam.

Kendati, saksi hidup yang bernama Syamsiah (80) itu bertutur dengan bahasa banjar. Tito dan Tri seperti paham dengan apa yang diceritakan Syamsiah. Sesekali Tri menyimak terjemahan bahasa Syamsiah dari anggota Bhayangkari Polsek Kurau jika kurang jelas.

Tito mengaku datang jauh-jauh dari Jakarta, karena ternyata di Desa Kurau ada pahlawan perempuan yang patut dijadikan inspirasi tak hanya bagi kalangan anggota Bhayangkari.

Kunjungan Tito dan rombongan terbilang singkat jika dibandingkan dengan menunggu kedatangannya di Desa Kurau. Usai meresmikan dan memberikan taliasih serta melihat hasil renovasi monumen.

Tito melaksanakan salat Jumat di satu masjid yang letaknya bersebelahan dengan Kantor Kecamatan Kurau dan Polsek Kurau. Usai ibadah salat Jumat, Tito dan rombongan bersantap siang dan kembali meninggalkan Kurau menuju Jakarta.

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved