Seputar Kalimantan

Poltekba Balikpapan Kepincut Buka Jurusan Energi dan Nanoteknologi

Kaltim, selain sumber daya alam batubara dan minyak, juga memiliki sumber angin dan sinar matahari yang bisa dimanfaatkan untuk energi terbarukan.

Poltekba Balikpapan Kepincut Buka Jurusan Energi dan Nanoteknologi
TRIBUN KALTIM/RUDY FIRMANTO
Sebanyak 28 calon wisudawan mahasiswa Teknik Mesin Program Studi Alat Berat Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) mendapat materi pembekalan lulusan di gedung kuliah terpadu, Sabtu (8/10/2016) pagi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Melihat potensi yang tersedia di Kalimantan Timur (Kaltim), dunia pendidikan seperti Politeknik Kota Balikpapan (Poltekba) akan mengambil peran ciptakan sumber daya manusia yang mampu kembangkan keilmuan energi terbarukan.

Hal itu diungkapkan, Syahruddin, Wakil Direktur Bidang Kerjasama Poltekba saat ditemui Tribunkaltim.co di lantai dua gedung Poltekba Jalan Soekarno Hatta kilometer 12, Kamis (22/12/2016).

Kaltim, selain sumber daya alam batubara dan minyak, juga memiliki sumber angin dan sinar matahari yang bisa dimanfaatkan untuk energi terbarukan.

"Mau buka jurusan baru. Diploma empat yang setara strata satu. Sains terapan. Kita akan buka jurusan yang arah ke energi dan nanoteknologi," ujar pria kelahiran Kota Balikpapan ini.

Selama ini dia melihat, kondisi Kaltim begitu ironis. Daerah yang dianggap lumbung energi banyak potensi energi terbarukan namun masih sering mengalami krisis energi. Seperti di antaranya masih seringnya pemadaman listrik secara bergilir.

"Kita belum mampu bisa memanfaatkan potensi yang ada. Seperti energi matahari solar cell. Angin bisa kita kembangkan ke depan jadi energi terbarukan. Biofuel dari tumbuhan juga bisa," kata pria kelahiran 27 November 1974 ini.

Dia memberikan alasan memilih jurusan energi tersebut berangkat dari kearifan lokal yang dikandung bumi etam Kaltim dengan cita-cita menelurkan sumber daya manusia yang mampu membuat terobosan menggalakkan energi terbarukan yang dianggap ramah lingkungan, efisen, dan berjangka panjang.

"Sekarang bisa lihat negara Tiongkok bisa maju. Teknologinya dikembangkan. Pendidikan yang berbasis sains terapan paling diutamakan. Digalakkan penemuan-penemuan teknologi yang bisa dimanfaatnya masyarakatnya," ujarnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung dalam hal penjaminan mutu sebagai batu loncatan awal untuk membuka jurusan energi dan nanoteknologi.

Kemungkinan, penyusunan dokumen pembukaan jurusan baru ke Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia bisa terselesaikan dan disetujui pada tahun 2017 supaya di tahun 2018 bisa dibuka gelombang mahasiswa jurusan energi.

Menurutnya, selama ini pemerintah pusat sangat mendukung semua lembaga pendidikan Politeknik yang ada di Indonesia untuk mengembangkan diri, termasuk dalam program pengasahan keterampilan anak didik.

"Bahasanya pemerintah telah memberikan karpet merah kepada Poltek," katanya.

Syahruddin berharap, pembukaan program studi yang ada di Poltekba selalu disesuaikan dengan peluang yang ada. Lulusan sarjana di Poltekba bisa siap pakai di dunia kerja.

"Juga dikenal sebagai sentra pendidikan energi di Kota Balikpapan," ungkap pria yang mengenyam pendidikan Magister Teknik Mesin dari Univeristas Brawijaya Malang ini. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved