Seputar Kalimantan

Defisit 3 Mega Watt, PLN Sintang Prioritaskan Gereja Tetap Menyala

saat ini pihaknya hanya siapkan daya sebesar 20 MW. Total daya tersebut bersumber dari seluruh pembangkit listrik berkategori baik.

Defisit 3 Mega Watt, PLN Sintang Prioritaskan Gereja Tetap Menyala
ISTIMEWA
Ilustrasi - Dua petugas PLN melaksanakan perbaikan peralatan jaringan listrik di Ujung Batu, Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SINTANG – Hingga menjelang Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, PT PLN (Persero) Rayon Sintang masih alami defisit daya sebesar 3 Mega Watt (MW).

Manager PLN Rayon Sintang Pamuji Iriawan menerangkan saat ini pihaknya hanya siapkan daya sebesar 20 MW. Total daya tersebut bersumber dari seluruh pembangkit listrik berkategori baik.

Kondisi ini jelas kontras dengan jumlah beban puncak listrik di Kabupaten Sintang sebesar 23 MW.

“Mesin PLN menghasilkan daya sebesar 6 MW, mesin sewatama sebesar 12 MW, lalu mesin makro sebesar 2 MW. Masih defisit daya 3 MW,” ungkapnya saat diwawancarai tribun, Jumat (23/12/2016) siang.  

Kendati alami defisit daya listrik, Pamuji mengatakan pihaknya akan lakukan supervisi ke gereja-gereja di Kota Sintang yang terkena jadwal pemadaman pada tanggal 24 Desember.

“Termasuk gereja-gereja besar lainnya yang tidak terkena jadwal pemadaman. Tujuannya agar perayaan natal berjalan lancar,” jelasnya.

Pamuji menegaskan gereja-gereja besar yang terletak pada jalur terkena jadwal pemadaman jadi prioritas agar tidak ikut dipadamkan pada 24 Desember.

“Ya, gereja-gereja tempat penyelenggaraan malam hari raya natal akan diprioritaskan,” tegasnya.

PLN telah lakukan pendekatan kepada hotel-hotel yang punya genset pribadi agar mengaplikasikan gensetnya saat beban puncak PLN pada jam 17.00-20.00 WIB.

“Kami akan memadamkan listrik dengan sistem per gardu. Sehingga, apabila ada spare daya di pembangkit akan segera disalurkan ke masyarakat yang mengalami pemadaman per gardu,” timpalnya.  

Pihaknya juga telah membuat jadwal piket petugas PLN. Nantinya, petugas-petugas ditunjuk akan stanby memantau dan mengawasi listrik di gereja-gereja besar Kota Sintang.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Sintang menghemat pemakaian listrik yang tidak diperlukan. Ini agar beban listrik dapat turun, sehingga wilayah pemadaman bisa diperkecil,” ajaknya.

Pamuji menuturkan bahwa kesiapan daya listrik ini dipandang dari segi internal yakni ketersediaan pembangkit listrik. Namun, apabila dilihat dari segi eksternal hal berbeda bisa saja terjadi.   

“Eksternal ini yang kadang di luar perkiraan seperti gangguan listrik padam akibat cuaca buruk atau pohon tumbang,” tukasnya.

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved