Seputar Kalimantan

Tenaga Kerja Asal Tiongkok di PLTU Muara Jawa Kaltim Diduga Ilegal

Disinyalir ‎pekerja asing yang diduga ilegal didatangkan untuk mengejar target waktu penyelesaian proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Tenaga Kerja Asal Tiongkok di PLTU Muara Jawa Kaltim Diduga Ilegal
Istimewa
Satu di antara puluhan tenaga kerja asing yang bekerja di PLTU Handil 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Mursyidi Muslim, mengatakan sejumlah tenaga kerja asing asal Cina/Tiongkok yang tidak dilengkapi dokumen yang sah, diduga ilegal.

Disinyalir ‎pekerja asing yang diduga ilegal didatangkan untuk mengejar target waktu penyelesaian proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kaltim.

"Jadi katanya, mereka akan dipulangkan sekitar bulan April 2017. Karena perusahaan kejar target proyek itu selesai bulan April nanti," ungkap Mursyidi, dari Fraksi Partai Golkar DPRD Kaltim, kepada Tribun, usai kunjungan ke PLTU Muara Jawa, di Kabupaten Kukar, Jumat (23/12/2016).

Mursyidi menambahkan, TKA yang bekerja di PLTU Muara Jawa, hampir rata-rata berasal dari Cina/Tiongkok.

Karena, lanjut dia, perusahaan pemenang tender pemilik sahamnya orang Cina dan memiliki anak perusahaan sebagai sub kontraktor.

"Jadi sub kontraktornya rata-ratanya perusahaannya punya orang Cina‎. Kami akan koordinasikan dengan Disnakertrans Kaltim dan Imigrasi. Apakah pekerja-pekerja itu legal atau tidak? Kalau mereka sembunyi ketakutan, berarti ada masalah, diduga ilegal" ucap Mursyidi mempertanyakan.

Pasalnya, jumlah TKA yang tercatat berdasarkan dokumen hanya 157 pekerja asing.

"Tapi informasi dari intelijen dan pekerja lokal, ada ratusan pekerja Cina yang sembunyi ke Bukit kalau ada pemeriksaan dokumen," pungkas Mursyidi. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved