Seputar Kalimantan

Kemendagri Tunda Usulan PAW Anggota DPRD Kaltim

Menurut dia, proses PAW yang diajukan DPRD Provinsi Kaltim, terkesan dipaksakan, tanpa memverifikasi tahapan-tahapan melalui internal kepartaian.

Kemendagri Tunda Usulan PAW Anggota DPRD Kaltim
TRIBUNKALTIM.CO/BUDHI HARTONO
Andi Harun, Anggota DPRD Kaltim. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Andi Harun, menegaskan, terbitnya surat ‎penolakan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dapat dijadikan dasar adanya unsur melawan hukum yang dilakukan Ketua DPRD Kaltim, H Syahrun.

Surat dari Kemendagri bernomor : 161.64/10083/OTDA tanggal 21 Desember 2016, perihal Penundaan Usulan PAW Anggota DPRD Provinsi Kaltim ditandatangani Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Dr Sumarsono, MDM.

Dengan adanya surat penolakan dari Kemendagri, kata Andi Harun, bisa dijadikan alat bukti bahwa ada unsur dugaan perbuatan melawan hukum.

"Ini bisa dijadikan alat bukti kalau dugaan tindakan saudara H Syahrun sebagai Ketua DPRD Kaltim telah melakukan perbuatan melawan hukum," ucap Andi Harun, kepada Tribun, di Gedung KONI Kaltim, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Senin (26/12/2016)..

Menurut dia, proses PAW yang diajukan DPRD Provinsi Kaltim, terkesan dipaksakan, tanpa memverifikasi tahapan-tahapan melalui internal kepartaian.

"Kesannya memaksakan dengan penggunaan jabatannya Ketua DPRD sebagai alat politik baginya. Setelah Bapak Gubernur menjawab surat dengan menolak proses PAW, dia masih saja membuat surat langsung ke Kemendagri sebagai Ketua DPRD. Harusnya melaksanakan sesuai undang-undang," tegas Andi Harun.

‎Dalam surat yang dilayangkan DPRD Kaltim menindaklanjuti surat KPU Kaltim nomor : 161.4/515/KPU-Prov.21/X/2016 tanggal 24 Oktober 2016, maka disampaikan berkas PAW DPRD Kaltim.

Permohonan tersebut agar diproses sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah No 16 Tahun 2010.

Dengan adanya permohonan dari Ketua DPRD Kaltim, Andi Harun melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Samarinda. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved