Kenapa ya? Kata Mourinho Publik Perancis Harusnya Senang Ibrahimovic Pergi

Manajer Manchester United, Jose Mourinho, mengatakan penggemar sepak bola Perancis harus senang striker Zlatan Ibrahimovic memilih untuk meninggalkan

Kenapa ya? Kata Mourinho Publik Perancis Harusnya Senang Ibrahimovic Pergi
AFP PHOTO
Penyerang Manchester United, Zlatan Ibrahimovic, tampil pada laga Premier League kontra Leicester City di Stadion Old Trafford, Sabtu (24/9/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Manajer Manchester United, Jose Mourinho, mengatakan penggemar sepak bola Perancis harus senang striker Zlatan Ibrahimovic memilih untuk meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) karena "sekarang mereka memiliki liga".

Ibrahimovic bergabung bersama Setan Merah dengan status bebas transfer menjelang musim 2016-2017, mengakhiri periode emas empat tahun dengan PSG.

Kini, pemain berusia 35 tahun itu tampil mengesankan bersama Man United dengan mencetak 16 gol dalam 25 penampilan di semua kompetisi.

Namun, Mourinho mengatakan, terkait perpindahan Ibrahimovic, penggemar sepak bola Perancis harus bersyukur atas kehilangan pemain asal Swedia itu.

"Pertama-tama, saya pikir orang-orang di Perancis harus senang bahwa dia pergi karena sekarang Anda memiliki liga," kata Mourinho kepada SFR Sport, seperti dikutip dari FourFourTwo.com.

"Dengan dia, tidak ada liga, dengan dia (pemenangnya adalah) Paris, Paris, dan Paris. (Mereka memenangi) liga, Piala Liga, Piala Super, semuanya, dan sekarang Anda memiliki liga," ujar Mourinho.

Selain itu, pelatih asal Portugal itu mengatakan, kini ia tertarik untuk menyaksikan Ligue 1.

"Sekarang saya menonton liga Anda. Saya tertarik. Nice, dengan striker Balotelli. Monaco, teman saya, Leonardo Jardim, melawan Paris," ujarnya.

"Sekarang saya menyaksikan Ligue 1 sehingga Anda harus berterima kasih atas kepergian Ibrahimovic," katanya.

Mourinho meyakini, sekarang Ibrahimovic adalah pemain yang lebih baik dibandingkan saat keduanya sama-sama di Inter selama tahun 2008 dan 2009.

"Dia melakukan hal fenomenal. Dia bukan hanya tentang tujuan, melainkan tentang semangat," tutur Mourinho.

"Saya selalu mengatakan bahwa saya bisa memiliki dia ketika dia berusia 25, 26, mungkin 27 tahun. Sekarang, saya memiliki dia dalam periode terakhir dari kariernya dan saya lebih memilih periode ini," ujarnya. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved