Breaking News:

Seputar Kalteng

Positif Flu Burung, Ratusan Ekor Itik di Basarang Mati Mendadak

Dia bersama suaminya sudah melaporkan kematian itik-itik tersebut kepada pihak Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas.

Istimewa
Sisa-sisa itik milik Ramnah berada di bawah kandang yang masih bertahan hidup. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Sudah berjalan sekitar 10 hari yang lalu, sejumlah itik jenis Alabio milik Abdul Salam, di Desa Basarang km 2,5, Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Kalteng mati secara mendadak.

Jumlah itik yang mati sudah lebih dari seratus ekor. Kematian itik ini dipastikan positif terserang flu burung atau H5N1.

Ramnah, istri dari Abdul Salam kepada BPost Grup melalui sambungan teleponnya, Rabu (28/12/2016) mengatakan kematian itik-itiknya tersebut dimulai dari tanggal 19 Desember lalu.

Dia bersama suaminya sudah melaporkan kematian itik-itik tersebut kepada pihak Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas.

Diceritakannya, hari pertama awalnya hanya tiga ekor itik yang mati. Selanjutnya beberapa hari kemudian menyusul puluhan ekor lagi mati dan hingga kini dari sekitar 500 ekor itik yang dipeliharanya, sudah lebih dari 100 ekor yang mati.

"Adapun saat mulai melemah kemarin, sebanyak 100 ekor sempat kami jual. Sedangkan bangkai itik yang sudah mati kami buang ke sungai dan sebagian dikubur," terang Ramnah.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas drh Rudjito membenarkan adanya ratusan ekor itik milik warga Desa Basarang yang mati yang diduga kuat dikarenakan serangan flu burung.

Setelah itu, pihaknya mengambil sampel itik yang mati tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ke Labaratorium Balai Veterinier Banjarbaru Kalsel. (*)

Penulis: Jumadi
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved