Seputar Kalimantan

Satria Pulang Tanpa Nyawa, Sang Ayah Langsung Pingsan

Di ruang tengah berukuran 2 x 3 meter, jasad bocah berusia 8 tahun terbaring dilapisi kain sarung berwarna coklat.

Satria Pulang Tanpa Nyawa, Sang Ayah Langsung Pingsan
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Suasana di kediaman almarhum Satria Putra Wardana (8), Senin (2/1/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Suasana duka menyelimuti rumah nomor 37 RT 39 Karang Joang, Balikpapan Utara. Ratusan orang silih berganti menaiki tangga masuk rumah model panggung itu.

Di ruang tengah berukuran 2 x 3 meter, jasad bocah berusia 8 tahun terbaring dilapisi kain sarung berwarna coklat.

Di sekeliling jasad tersebut lantunan ayat suci Al-Quran berdengung dari mulut para pelayat. Nama bocah itu Satria Putra Wardana (8).

Ayah korban, Samsul, mengenakan baju kaos warna hitam hanya bisa menunduk lalu bersandar di dinding tripleks rumahnya. Matanya bengkak.

Belakangan diketahui sedari kemarin ia bersama istrinya belum tidur karena mencari putranya yang hilang di kawasan Pantai Lamaru.

"Tadi dia (ayah korban) pingsan saat jenazah tiba di rumah," kata kakek korban, Syamsul (49) kepada Tribunkaltim.co, Senin (2/1/2017).

Usai ditemukan sekitar pukul 11.30 Wita, jasad anak keempat dari pasangan Samsul dan Erna tersebut tiba di rumah sekitar 12.30 Wita.

Rencananya jasad Satria akan dimakamkan di kuburan Muslimin kilometer 18, usai dimandikan dan dishalatkan. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved