Ruang Terbuka Hijau di Balangan Baru 1,75 Persen

Keberadaan ruang terbuka hijau di Kabupaten Balangan masih minim, berdasarkan luas kota yakni 2.648,61 hektare, pemerintah wajib mewujudkan ruang

Penulis: Elhami | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/elhami
Tugu Air Mancur Kota Paringin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Keberadaan ruang terbuka hijau di Kabupaten Balangan masih minim, berdasarkan luas kota yakni 2.648,61 hektare, pemerintah wajib mewujudkan ruang terbuka hijau sebanyak 20 persen atau 529,7 hektare.

Namun nyatanya saat ini dari 20 persen yang diwajibkan, hanya 1,75 persen yang baru terelialisasi. Artinya masih banyak ruang terbuka hijau yang harus dipenuhi sesuai dengan 20 persen dari luasan kota.

Akhriani, saat menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Balangan mengatakan luasan kota di Kabupaten Balangan terdiri dari Paringin dan Paringin selatan, sejak berdirinya kabupaten berjuluk Bumi Sanggam memang sudah dibangun beberapa kawasan ruang terbuka hijau.

Dia menyebutkan ruang terbuka hijau saat ini yang sudah ada adalah Lapangan Martasura, Kuburan Muslimin, Taman Kota Paringin I depan wisma, taman kota Paringin II Tugu Air Mancur, terminal, Taman Banua Sanggam, perkantoran parsel, lapangan parsel, dan hutan kota I dan II.

"Yang baru dibangun tugu Durian Maritam dan Taman Hijau Balangan," ujarnya.

Meski demikian upaya menambah ruang terbuka hijau di wilayah kota memang terus dilakukan dan diupayakan agar pemenuhan 20 persen dapat diwujudkan.

"Dalam waktu dekat, insya allah 2017 ada pembangunan simpang tiga penginapan mentaya dan taman siring dis ungai, kemudian RTH di samping kantor DPRD Balangan" ungkapnya yang kini menduduki jabatan baru sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.

Dalam setahun lanjutnya pemerintah selalu menarget 0,01 persen atau sekitar 2 hektare untuk penambahan kawasan ruang terbuka hijau, namun hal tersebut sangatlah tidak mudah, melihat faktor kondisi struktur kota dan sulitnya mencari lahan.

"Kendala yang sering dihadapi untuk penambahan kawasan terbukan hijau ini adalah mencari lahan baru, kemudian pembebasannya memerlukan waktu lama," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved