Ekonomi dan Keuangan

Menuju Pemulihan, Ini Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2017 dan 2018 Versi Bank Dunia

Tingkat pertumbuhan pada 2017 itu lebih cepat daripada perkiraan pertumbuhan 2,3 % pada 2016, namun 0,1 persentase poin lebih rendah

Menuju Pemulihan, Ini Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia 2017 dan 2018 Versi Bank Dunia
kontan

BANJARMASINPOST.CO.ID, WASHINGTON - Bank Dunia melihat pemulihan moderat perekonomian ekonomi global di tahun-tahun mendatang. Laju pertumbuhan pada 2017 dan 2018 masing-masing diprediksi 2,7 % dan 2,9 %.

Tingkat pertumbuhan pada 2017 itu lebih cepat daripada perkiraan pertumbuhan 2,3 % pada 2016, namun 0,1 persentase poin lebih rendah dari proyeksi yang dibuat pada 2016, kata Bank Dunia dalam Prospek Ekonomi Global terbarunya, Selasa (11/1).

Lembaga donor yang berbasis di Washington itu mengaitkan sedikit percepatan dalam pertumbuhan dengan perbaikan di negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang, karena mereka diharapkan melihat berkurangnya "headwinds" (situasi yang membuat pertumbuhan lebih sulit), terutama menguatnya harga-harga komoditas.

Bank Dunia memperkirakan negara-negara emerging market dan negara-negara berkembang tumbuh 4,2 % pada 2017 dan 4,6 % pada 2018, meningkat dari 3,4 % pada 2016.

Ekonomi negara-negara tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi 1,6 % terhadap pertumbuhan global pada 2017, atau sekitar 60 % dari pertumbuhan global untuk pertama kalinya sejak 2013.

Bank Dunia mempertahankan proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi China tidak berubah, dengan pertumbuhan 2017 sebesar 6,5 % dan untuk 2018 sebesar 6,3 %.

Ekonomi China akan melanjutkan pertumbuhan yang berkelanjutan karena negara tersebut sedang melakukan "rebalancing" (penyeimbangan kembali) dari manufaktur ke jasa-jasa, meskipun muncul kembali kekhawatiran untuk pasar properti, kata bank.

Berbeda dengan pertumbuhan relatif ringan yang terlihat di negara-negara emerging market, negara-negara maju akan terus tumbuh tidak terlalu bagus di tahun-tahun mendatang.

"Negara-negara maju terus menderita oleh lemahnya pertumbuhan yang mendasari dan inflasi rendah, sementara ketidakpastian tentang arah kebijakan ke depan meningkat," kata Bank Dunia.

Editor: Didik Trio
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved