Breaking News:

Menyoal Harga Cabai yang Kian ‘Pedas’

Kado pahit di awal tahun 2017 bagi masyarakat Indonesia kini bertambah lagi. Setelah pemerintah secara sepihak menaikkan tarif pengurusan

Editor: BPost Online
BPost cetak
Farid Zaky Yopiannor 

Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian Pertanian bahwa sebenarnya stok cabai kita sedang surplus, jadi faktor stok yang minim bukan menjadi faktor penyebab meroketnya harga cabai. Barangkali, persoalannya adalah pada alur distribusi antara petani dengan pedagang cabai.

Jika kita menelisik, walaupun di banyak tempat harga cabai bisa mencapai Rp 70 ribu per kg, bahkan ada yang sampai di atas Rp 100 ribu per kg, tetapi harga di tingkat petani masih bertahan di kisaran Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu per kg. Pedagang cabai ternyata memiliki keuntungan yang lebih besar daripada para petani cabai itu sendiri.

Di sinilah harus ada lembaga penyangga, yang membeli hasil panen petani dalam jumlah banyak lalu disimpan. Hal ini untuk meminimalisir pasar komoditas yang biasa mematok harga melewati batas kewajaran. Peran lembaga penyangga ini biasa dilakukan Perum Bulog.

Semangat awal dibentuknya Perum Bulog adalah untuk stabilisasi harga pangan. Sebagai stabilisator harga pangan, di pundaknya dibebankan dua misi heroik. Pertama, melindungi konsumen, utamanya warga miskin dan kaum marjinal perkotaan dari melambungnya harga pangan. Kedua, melindungi petani dari keterpurukan harga jual komoditas pangan hasil panen, utamanya saat panen raya.

Peran Bulog mesti divitalkan kembali, terutama fungsi pengawasan terhadap alur distribusi pemasaran. Fenomena harga cabai yang meroket harus dilihat secara komprehensif dari hulu sampai ke hilir.

Faktanya adalah selain masyarakat sebagai konsumen yang merasakan dampak meroketnya harga cabai, di sisi lain petani pun ternyata dirugikan oleh permainan harga. Untuk itu, penting sekali untuk pemerintah membenahi tata niaga kita yang sedang ‘sakit kronis’, sembari terus berupaya memperkuat kelembagaan petani.

Kita tentu berharap Kementerian Pertanian terus memiliki perhatian yang besar terhadap masalah cabai. Tidak hanya ketika kondisi harga cabai yang sedang meroket, tetapi juga, saat harga cabai sedang normal. Dengan begitu, pemerintah tidak terbiasa mencari jalan keluar ketika persoalan sudah muncul. Kita berharap pemerintah memikirkan jauh-jauh hari, bagaimana caranya supaya masalah seperti harga cabai yang tinggi tidak terjadi. Pemerintah jangan abai bila menyoal (harga) cabai! (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved