6 Hal yang Pantang Dilakukan di Hari Pertama Perayaan Imlek

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa Festival Musim Semi merupakan awal dimulainya tahun yang baru.

6 Hal yang Pantang Dilakukan di Hari Pertama Perayaan Imlek
apunk
(Ilustrasi) Menjelang perayaan Tahun Baru imlek 2568, sejumlah orang terlihat sibuk mengganti pakaian arca di Klenteng Soetji Nurani di Jalan Veteran Banjarmasin, Minggu (22/1/17). 

3. Jangan Sarapan dengan Bubur

Dilarang menyantap bubur, karena ada anggapan bahwa hanya orang miskinlah yang menyantap bubur sebagai sarapan, dan orang tidak ingin memulai awal tahun dengan “kemiskinan” karena hal ini merupakan pertanda yang buruk.

4. Jangan Mencuci Pakaian dan Keramas

Orang tidak mencuci pakaian pada hari pertama dan kedua setelah tahun baru, karena konon kedua hari ini dirayakan sebagai hari ulang tahun Dewa Air (Shuishen).

Rambut tidak boleh dikeramas pada hari pertama tahun baru. Dalam Bahasa Mandarin, kata rambut (fā) memiliki pengucapan dan karakter yang sama dengan kata facai, yang bermakna ‘menjadi kaya’. Oleh sebab itu, ini dipandang sebagai hal yang tidak baik “mencuci bersih keberuntungan seseorang” di awal tahun baru.

5. Dilarang Melakukan Pekerjaan Jahit-Menjahit

Hindari penggunaan pisau dan gunting agar tidak celaka, entah seseorang bisa terluka atau rusaknya peralatan.

Hal ini dianggap bisa membawa kepada ketidakberuntunga6. Wanita yang Sudah Menikah Tidak Diperbolehkan Berkunjung ke Rumah Orangtuanyan dan penipisan kekayaan di tahun baru.

Anak perempuan yang sudah menikah tidak diizinkan berkunjung ke rumah orang tuanya pada saat hari Imlek, karena diyakini akan membawa nasib buruk kepada orangtua dan menyebabkan kesulitan ekonomi dalam keluarga tersebut.

Menurut tradisi, anak perempuan yang sudah menikah berkunjung ke rumah orangtuanya pada hari kedua tahun baru Imlek. (*)

Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved