Aspektam Kalsel Sesalkan Kebijakan Donald Trump
Ketua Asosiasi Pemegang Izin dan Kontraktor Tambang (Aspektam) Kalsel, Solihin mengatakan, negara Cina adalah eksportir terbesar Amerika Serikat
Penulis: | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID - Kebijakan protektif yang digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sejak saat kampanye dan ditegaskan pada pidato pelantikannya, negara yang paling utama terkena dampak kebijakan protektif tersebut adalah Cina.
Ketua Asosiasi Pemegang Izin dan Kontraktor Tambang (Aspektam) Kalsel, Solihin mengatakan, negara Cina adalah eksportir terbesar negara Amerika Serikat diikuti Kanada, Meksiko dan Jepang.
"Kebijakan tersebut akan membawa dampak yang serius bagi Cina akan terjadi goncangan ekonomi. Cina harus mencari pasar alternatif agar produksi nasionalnya tidak terganggu," katanya, Selasa (24/1/2017).
Dia juga mengatakan, Cina sebagai mitra utama dalam ekspor batu bara, tentunya Indonesia juga akan terkena dampak. Akibat berkurangnya produksi dan pasar Cina tersebut maka secara otomatis ekspor Indonesia terhadap bahan mentah dan bahan setengah jadi serta bahan energi seperti batubara akan berkurang.
Dia yakin, kebijakan protektif Presiden Amerikaterpilih tidaklah mulus, saat ini kebijakan tersebut, walauipun baru diungkapkan sudah membawa dampak serius, dimana pasar merespon negatif.
Dibuktikan anjloknya nilai dolar terhadap mata uang utama dunia. Berada posisi terendah selama tujuh pekan terakhir dan terhadap Yen Jepang juga anjlok terendah dalam kurun dua pekan terakhir.
Disamping itu, maraknya demo dan diiringi kerusuhan di Amerika sendiri menolak kebijakan dan terpilihnya Donald Trump juga akan menjadi pekerjaan rumah yang sangat berat bagi Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/donald-trump_20170124_212231.jpg)