Breaking News:

Otomotif

Diprediksi Pasar Sepeda Motor Tahun Ini Turun Lagi

”Karena kan ada kenaikan Bea Balik Nama (BBN). Kami sudah hitung, kenaikannya berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 400.000 bergantung model dan tipe"

kompas.com
Yamaha Aerox 155 VVA mulai dipamerkan di ajang IMOS 2016. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Setelah menjalani tahun yang sulit pada 2016, Yamaha di Indonesia harus siap kembali menghadapi kondisi pasar sepeda motor yang diprediksi tetap suram tahun ini. Belum ada stimulus untuk menaikkan daya beli, tapi beberapa kondisi membuat harga jual naik.

Executive Vice President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti menyatakan bahwa Yamaha sudah menaikkan harga pasaran sepeda motornya per Januari 2017 karena berbagai alasan.

”Karena kan ada kenaikan Bea Balik Nama (BBN). Kami sudah hitung, kenaikannya berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 400.000 bergantung model dan tipe,” ujar Dyon, di Sentul, Bogor, (23/1/2017).

Pengaruh Besar
Dyon paham betul, masyarakat bakal semakin terbebani dengan kondisi kenaikan harga motor. Apalagi, ditambah beban baru, diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang Perubahan Tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak di Kepolisian Republik Indonesia.

Biaya kepengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) naik bahkan lebih dari 100 persen. Meski bukan pajak (PKB)-nya yang naik, namun dampaknya dirasa Dyon akan berimbas pada masyarakat dan pasar motor secara umum. Itu pun masih ditambah kenaikan tarif dasar listrik dan harga BBM.

”Pasti pengaruh ke penjualan. Daya beli kan tidak bertambah, tapi ada beban yang harus ditanggung. Jadi penjualan (sepeda motor) akan turun (tahun ini),” kata Dyon.

Pasar sepeda motor nasional tahun lalu memang menyusut. Melihat data distribusi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) 2016, perolehan lima merek secara keseluruhan 5.931.285 unit. Hasil tersebut mengalami penurunan 8,47 persen dibandingkan 2015 dengan selisih 548.870 unit.

Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved