Serambi Ummah
Lebih Banyak dari Jumlah Haji 2013, Daftar Tunggu Haji Kalsel Terpanjang Kedua
Selain pengembalian kuota sebesar 211.000, pemerintah Arab Saudi masih memberikan tambahan jumlah kuota khusus untuk Indonesia, yaitu 10.000 orang.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Alhamdulillah, itulah ungkapan syukur yang terucap dari calon jemaah haji Kalimantan Selatan begitu mendengar pemerintah Arab Saudi mengembalikan 20 persen jatah kuota haji yang dikurangi sejak 2013, karena pekerjaan perluasan Masjidil Haram.
“Semoga pelaksanaannya lancar dimulai 2017 ini,” ujar Wakil Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kotabaru, H Abdul Gafar yang sangat gigih selama ini menyuarakan pertambahan kuota jemaah haji ini.
Rasa syukur yang sama disampaikan Tinah, warga Sungai Lulut Banjarmasin yang gagal berangkat tahun lalu bersama orangtuanya yang sudah lanjut usia (lansia). Apalagi mereka sudah cukup lama menjadi daftar tunggu.
“Insya Allah kami siap berangkat semoga diberi kemudahan Allah SWT, mengingat usia orangtua kami yang sudah sepuh,” tutunya.
Kebijakan pemerintah Arab Saudi untuk mengembalikan 20 persen kuota haji Indonesia yang dipotong sejak 2013 itu, disampaikan ke rakyat Indonesia oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (11/1) sore.
Dengan dikembalikannya jatah kuota 20 psern itu, menurut presiden, berarti mulai 2017 jumlah jwmaah haji Indonesia yang diberangkatkan ke Tanah Suci kembali angka yang normal, yaitu 211.000 orang.
Selain pengembalian kuota sebesar 211.000, pemerintah Arab Saudi masih memberikan tambahan jumlah kuota khusus untuk Indonesia, yaitu 10.000 orang.
“Artinya dibandingkan empat tahun terakhir ini, mulai 2017 Indonesia dapat tambahan kuota 52.200 orang,” ujar Jokowi pada keterangan pers yang mendadak itu.
Dikembalikannya 20 persen kuota yang sempat dipotong dalam empat tahun terakhir, menurut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel, H Noor Fahmi tentu saja sangat membahagiakan muslimin, khuusnya yang menjadi daftar tunggu.
“Memang ini baru pengumuman yang disampaikan presiden, masih belum ada surat resmi dari Menteri Agama, tetapi sudah menjadi harapan segar bagi Kalsel yang daftar tunggunya merupakan terpanjang kedua di Indonesia.
Perkiraan insya Allah kita bisa memberangkatkan sekitar 4.100 jemaah pada 2017,” ujarnya.
Diakuinya, pengembalikan kuota 20 persen ini akan memperpendek antrean daftar tunggu di Kalsel, yang per 13 Janurai 2017 saja sudah mencapai 92.237 orang.
“Kalau perhitungan sebelumnya jumlah itu baru akan habis 29 tahun mendatang maka dengan dikembalikan 20 persen kuota, diperkirakan menjadi antara 23 sampai 24 tahun,” jelas Fahmi. (uum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/serambi-ummah_20170127_194732.jpg)