Berita Banjarmasin

Dua Rumah Sakit di Banjarmasin Ini Jarang Terima Pasien Gizi Buruk

Bahkan dalam bulan Januari 2017 ini RSUD Ulin tidak menemukan atau melayani pasien dengan kasus gizi buruk.

Dua Rumah Sakit di Banjarmasin Ini Jarang Terima Pasien Gizi Buruk
rahmadhani
RSUD Ulin Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus Gizi buruk di Kalsel masih menjadi perhatian.

Namun untuk kasus satu ini lebih banyak ditangani di pelayanan tingkat kesehatan di bawah seperti Puskesmas.

Jarang kasus ini masuk dan ditangani di rumah sakit.

Bahkan dalam bulan Januari 2017 ini RSUD Ulin tidak menemukan atau melayani pasien dengan kasus gizi buruk.

"Tahun 2016 ada dua sampai tiga kasus, itu pun dari luar Kalsel dan di luar Banjarmasin. Dan satu bulan ini belum ada kami menangani," kata Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati.

Diterangkan Suciati, biasanya pasien kasus gizi buruk sampai rumah sakit itu sudah bukan murni gizi buruk.

Yakni disertai penyakit lainnya atau komplikasi.

"Ya ada diarenya, ada phenumonianya, sesaknya dan sejenisnya. Jarang ada yang sampai masuk murni kasus kurang gizi jika sudah masuk di RS," kata dia.

Untuk usia, Suciati menjelaskan, rata rata dialami anak di bawah lima tahun (Balita).

"Rata ratanya biasa Balita, makanya ditangani oleh dokter anak, nanti dilihat dulu ada komplikasinya atau tidak," kata dia.

Hampir sama apa yang ada di RS Anshari Saleh.

Menurut Dirut RS Anshari Saleh, dr. Izaak Zukarnain, menjelaskan rata-rata kasus gizi buruk di tangani di RS Anshari Saleh di antara satu dua kasus dala kurun waktu dua bulan.

"Biasanya anak-anak yang disertai diare, sakit paru paru dan sakit lainnya. Kebanyakan pasiennya di bawah lima tahun," kata dia.

Disebutkannya, jarang pasien yang sampai ke rumah sakit tersebut murni gizi buruk.

"Kalau sudah sampai ke Rumah Sakit, pasti sudah ada penyakit lain yang menyertainya, semisal TBC, paru," kata dia.

Makanya, sambung dokter Izaak, rumah sakit menangani anak tersebut yang disembuhkan penyakit dasarnya lebih dulu.

"Sementara untuk tambahan asupan gizinya menyertainya," kata dia.

Dia tidak menampik jika kasus gizi buruk ini bisa berakibat fatal hingga korbannya meninggal dunia.

"Biasanya yang sampai akut itu diakibatkan penyakit dasar sudah kronis dan sudah menyerang selaput otak, kejang kejang. Itulah yang biasanya ditemukan kasus gizi buruk itu bisa meninggal jadi bukan gizi buruknya, tapi penyakit dasarnya," kata dia. (*)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved