Warga Sumbang Uang, Perhiasan dan Ternak demi Bayar Utang Negara

Negara itu mengalami kekurangan uang akibat krisis ekonomi yang ditimbulkan menyusul jatuhnya investasi asing, perlambatan pertumbuhan di China

Warga Sumbang Uang, Perhiasan dan Ternak demi Bayar Utang Negara
i.ytimg.com
Perdana Menteri Mongolia Jargaltulga Erdenebat 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga Negara Mongolia menyumbangkan uang tunai, perhiasan, emas, dan bahkan kuda, untuk membantu pemerintah membayar utang negara.

Utang sebesar 600 juta dollar AS tersebut jatuh tempo pada bulan depan.

Negara itu mengalami kekurangan uang akibat krisis ekonomi yang ditimbulkan menyusul jatuhnya investasi asing, perlambatan pertumbuhan di China, dan merosotnya harga komoditas.

Kini, mata uang Mongolia, Tugrik, kehilangan hampir seperempat dari nilai tahun lalu.

Seperti diberitakan Reuters, Pemerintah Mongolia telah menggelar pembicaraan dengan China dan juga Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meminta bantuan.

Kendati demikian, para penanam modal tetap khawatir bahwa dana talangan tidak dicairkan dalam dalam waktu, sesuai dengan tenggat waktu pembayaran obligasi Bank Pembangunan Mongolia, sebesar 580 juta dollar AS, Maret mendatang.

"Jika kami gagal mendapatkan dana talangan dari IMF, dari mana mereka mempunyai dana untuk membayar obligasi itu?" ungkap seorang praktisi pasar modal di Hongkong.

"Di sisi lain mereka tak mungkin mengajukan pembaruan utang untuk langkah pembiayaan ulang. Ini macam situasi ayam dan telur," kata dia lagi.

Meskipun masyarakat Mongolia tengan berada dalam kondisi yang sulit, namun banyak dari mereka yang mengaku bersedia membantu.

Selama ini mereka terpukul dengan kebijakan pemotongan kesejahteraan, meningkatnya biaya makanan dan bahan bakar, serta musim dingin yang berat yang mengancam sebagian besar besar ternak.

Halaman
12
Editor: Murhan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved