Berita Batola

Penyerangan Bekantan Makin Sering Terjadi, Pemkab Perlu Buat Kantong Vegetasi Habitat

Sekelompok Bekantan menyerang kawasan perumahan di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala.

Penyerangan Bekantan Makin Sering Terjadi, Pemkab Perlu Buat Kantong Vegetasi Habitat
istimewa
Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Amalia Rezeki 

BANJARMASINPOST.CO.ID, HANDILBAKTI - Sekelompok Bekantan menyerang kawasan perumahan di Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala.

Konflik bekantan dengan manusia makin sering terjadi dan tak bisa dihindari.

Penyebab utamanya, kata Ketua Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) Amalia Rezeki adalah alih fungsi lahan yang semakin meluas.

"Hampir terjadi di seluruh kabupaten/kota di Kalsel," katanya kepada BPost, Senin (6/2/2017).

Amalia mengatakan, sudah saatnya pemerintah daerah kabupaten/kota untuk menyiapkan kantung-kantung vegetasi habitat bekantan di wilayahnya.

"Karena pembangunnan juga semakin banyak, sudah saatnya pemerintah kabupaten/kota siapkan lahan khusus untuk hewan endemik Kalimantan ini, yang jelas-jelas dilindungi oleh undang-undang," katanya.

Bila tidak, keberadaan bekantan pun makin terancam karena konflik manusia dan bekantan makin sering terjadi. Ujung-ujungnya, bekantan yang harus mengalah.

"Bila tidak, kita sama saja ikut partisipasi dalam kepunahannya. Ada contoh di kawasan Semangat Dalam, itu satu kawasan hutan sudah dikepung oleh perumahan. Akhirnya habitat bekantan terdesak," katanya.

Data lansiran BKSDA Kalsel, kata Amalia saat ini tersisa 1000 bekantan di Kalsel. Jumlah ini terus menyusut tiap tahunnya.

"Sebagai contoh di Banjarmasin, tahun 2015 sempat ada laporan keberadaan bekantan di kawasan Mantuil. Jumlahnya satu kelompok, sekitar 20 ekor. Sekarang sudah tidak ada lagi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rahmadhani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved