Saat Antar Jenazah si Ibu, Kapolsek Titikkan Air Mata Lihat Bayi Menangis Kencang Minta ASI

Pasangan suami istri (pasutri) Miftah Abdillah Achmad (26) dan Rustiana Imala Putri (25) yang tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Lenteng Agung Timu

Saat Antar Jenazah si Ibu, Kapolsek Titikkan Air Mata Lihat Bayi Menangis Kencang Minta ASI
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Pohon besar dekat flyover Universitas Indonesia dari arah Depok menuju Jakarta tumbang, Sabtu (4/2/2017). Akibatnya, dua orang dalam kejadian tersebut tewas di lokasi kejadian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pasangan suami istri (pasutri) Miftah Abdillah Achmad (26) dan Rustiana Imala Putri (25) yang tewas tertimpa pohon tumbang di Jalan Lenteng Agung Timur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, di dekat "flyover" kampus UI Depok, Sabtu (4/2/2016) sore, diketahui meninggalkan seorang anak laki-laki berusia 9 bulan bernama Alfa Naufal Nareswara.

Meninggalnya pasutri alumnus IPB, warga Pabuaran, Cibinong, Bogor, tersebut, membuat Alfa merana dan kini menjadi yatim piatu.

Bahkan sejak Sabtu sore, Alfa kerap menangis berkepanjangan, menanti ibunya pulang untuk mendapatkan ASI.

Kapolsek Beji Komisaris Bambang yang ikut mengantarkan jenazah pasutri itu ke rumah mereka di Pabuaran, Cibinong, Bogor, Sabtu tengah malam bersama jajaran aparat Polsek Jagakarsa. Saat jenazah tiba di rumah duka, para kerabat korban menuturkan bahwa Alfa menangis sejak sore menunggu ASI dari ibunya.

Sebab selama ini, Alfa masih mengandalkan ASI ibunya dan tidak pernah diberi susu formula.

"Sewaktu saya antar kedua jenazah ke rumah korban, ada tangisan bayi sangat kencang dari dalam rumah. Kata ibu korban, sang bayi yang namanya Alfa menunggu ibunya untuk minum ASI. Saya sedih sekali mendengarnya, karena kini ibunya saya antar sudah meninggal dunia," kata Bambang, Minggu (5/2/2017).

Bambang menuturkan tangisan sang bayi tak juga reda meski sejumlah kerabat menenangkan dan mencoba memberinya susu formula. Sebab sang bayi tampaknya hanya mau minum ASI ibunya.

"Saya trenyuh sekali melihat anak korban. Pengen nangis saya melihatnya. Apalagi saya enggak bisa berbuat apa-apa. Sebab ibunya sudah meninggal dunia dan jenazahnya saya antar malam itu," kata Bambang.

Menurut Bambang yang diinginkan sang bayi hanyalah kehadiran ibunya dan hal itu tak mungkin lagi terwujud.

"Hati saya benar-benar sedih dan trenyuh sekali saat itu," kata Bambang.

Halaman
123
Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved