Seputar Kaltim

Gubernur Kaltim Minta Menteri Cabut Izin Kebun Binatang di Tol Samarinda-Balikpapan

Sehari usai diberitakan Tribun Kaltim terkait keberadaan kebun binatang di area proyek tol Seksi IV, Gubernur Kaltim Awang Faroek langsung melakukan k

Gubernur Kaltim Minta Menteri Cabut Izin Kebun Binatang di Tol Samarinda-Balikpapan
tribun kaltim
Gubernur Kaltim Awang Faroek langsung melakukan kunjungan ke lokasi kebun binatang, Selasa (7/2/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMARINDA - Sehari usai diberitakan Tribun Kaltim terkait keberadaan kebun binatang di area proyek tol Seksi IV, Gubernur Kaltim Awang Faroek langsung melakukan kunjungan ke lokasi kebun binatang, Selasa (7/2/2017).

Kunjungan Gubernur tak sendiri, tetapi bersama jajaran pemerintahan serta kontraktor yang mengerjakan proyek Tol Balikpapan - Samarinda.

Usai melihat langsung serta mendapat informasi bahwa lahan kebun binatang milik Heri Susanto (Abun) terkena jalur tol, Awang mengambil sikap untuk tidak mengakomodir keinginan Abun sang investor.

Sebagaimana diketahui, Abun meminta dua hal menyikapi keberadaan kebun binatang di jalur tol.

Pertama, jalur tol diubah agar tidak mengenai areal kebun binatang yang sudah terbangun.

Kedua, Abun berkeinginan untuk mendapat jalan masuk menuju kawasan wisata miliknya tersebut.

Proyek Kebun Binatang milik Heri Susanto alias Abun yang diduga berada di lokasi jalan tol Balikpapan-Samarinda. (tribunkaltim.co/fachmi rachman)
Proyek Kebun Binatang milik Heri Susanto alias Abun yang diduga berada di lokasi jalan tol Balikpapan-Samarinda. (tribunkaltim.co/fachmi rachman) (tribunkaltim.co/fachmi rachman)

Jika dipenuhi, ia tak segan memberikan lahan pengganti ruas jalan tol secara gratis.

"Ini sudah bertentangan dengan jalan tol. Pokoknya tak ada satupun yang boleh menghalangi pembangunan. Saya perintahkan ini diproses secara hukum, karena kan sudah tahu ini jalan tol. Kebun binatang milik Abun ini sebenarnya lahan bekas tambang, tetapi diajukan ke Kementerian LHK untuk penangkaran rusa. Tetapi, Anda lihat tadi, seekor rusa pun tak ada. Jadi ini akal-akalan saja untuk menuntut ganti rugi," kata Awang.

Gubernur akan mengirimkan surat kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk mencabut izin kebun binatang milik Abun tersebut.

"Jadi, kita akan laksanakan undang-undang. Dia (Abun) yang harus menyingkir. Izinnya cabut, saya usulkan kepada Kementerian. Bilangnya untuk izin rusa, tetapi tidak ada rusanya, malah binatang yang lain. Saya tak suka cara-cara seperti itu. Persoalan ini akan saya tunjuk Kejati, Kodam, dan Polda untuk menangani masalah ini," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved