Pilkada Batola
Inspirasi 'Satu Kata Satu Rasa' Datang Tiba-tiba
"Kalau makna membangun desa akan menitikberatkan anggaran pembangunan ke desa. Karena merupakan salah satu visi membangun desa mandiri dan menata kota
Penulis: Nurholis Huda | Editor: Ernawati
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - "Satu kata, satu rasa untuk membangun desa menata kota", slogan itulah yang ditonjolkan oleh pasangan calon (paslon) nomor urut satu Noormiliyani-Rahmadian Noor untuk maju dalam pilkada 2017 sebagai calon bupati dan wakil Bupati Barito Kuala 2017-2022.
Menurut calon Wakil Bupati Paslon Satu, Rahmadian Noor, mengemukakan makna dari jargon paslon
satu kata satu rasa untuk membangun desa menata kota itu punya makna satu kata artinya menginginkan ada nya satu kesatuan seluruh masyarakat yang ada di Batola dalam hal membangun daerah, jangan sampai terpecah belah karena isu.
Sedangkan untuk satu rasa dalam artian ingin hasil pembangunan dirasakan oleh seluruh pihak dan masyarakat di semua desa.
"Kalau makna membangun desa akan menitikberatkan anggaran pembangunan ke desa. Karena merupakan salah satu visi membangun desa mandiri dan menata kota. Memperbanyak ruang terbuka hijau dan membuat hutan kota serta menjaga kebersihan," kata dia.
Terbaru, kemarin ketika debat terbuka yang dilangsungkan di gedung DPRD Batola, pasangan yang juga punya jargon Dua Noor ini menggunakan baju kuning.
"Baju kuning karena kami berdua di usung oleh Partai Golkar, dan angka satu karena sudah hasil undian. Ini pas juga karena kita ingin nomor satu dan memang menjadi harapan menjadi nomor satu," kata dia.
Diurakan Rahmadian Noor, tagline tersebut langsung dia sendiri membuatnya tanpa ada orang khusus.
"Timbul dengan sendirinya, pas ada inspirasi datang langsung kita tuangkan," kata dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/hj-noormiliyani-dan-rahmadian-noor_20170208_153757.jpg)