Breaking News:

Ekonomi dan Keuangan

Naiknya Harga Batu Bara Perlu Diwaspadai, BI: Jangan Sampai Over Suplai

Pasalnya, kenaikan harga batubara bukan karena permintaannya yang meningkat tetapi karena suplainya yang berkurang

Penulis: Sudarti | Editor: Didik Triomarsidi
sudarti
Pemimpin Bank Indonesia Perwakilan Kalsel Harimurti Gunawan saat jumpa pers bulanan terkait prospek pertumbuhan ekonomi pada 2017,Rabu (8/2) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemimpin Bank Indonesia Perwakilan Kalsel Harimurti Gunawan mengingatkan kepada pelaku usaha khususnya yang bergerak di bidang pertambangan terkait membaiknya harga batu bara di pasar ekspor.

Pasalnya, kenaikan harga batubara bukan karena permintaannya yang meningkat tetapi karena suplainya yang berkurang, jelas Hari para pertemuan pers bulanan, Rabu (8/2).

Kekurangan suplai batubara di pasar ekspor itu terjadi karena beberapa negara penghasil batubara seperti Australia, Tiongkok, Amerika Serikat, Rusia dan lainnya sedang menurunkan produksinya karena ingin menyeimbangkan pasar domestik mereka.

Ketika produksi batubara negara penghasil turun itulah, terjadi kekurangan pasokan, sementara permintaan pasar relatif stabil. Kondisi pasar itulah yang dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pasar.

"Maka dari itu, kita harus waspada dan memahaminya bahwa kesempatan ini merupakan momentum sesaat. Pasalnya meningkatnya harga batubara bukan karena meningkatnya permintaan tetapi karena menurunnya suplai," tandas Hari.

Oleh karena itu, jangan over suplai karena dapat mempengaruhi harga jual. Perlu ada strategi untuk jangka menengah panjang, harus melakukan diversifikasi jangan hanya bertumpu pada satu sektor saja.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved