NEWS VIDEO

Begini Ciri-ciri Virus KHV yang Menyerang Ribuan Ekor Ikan Mas di Lampihong

Kematian ikan mas yang diduga terkena Virus Herpes Koi (KHV) di Kecamatan Lampihong terus terjadi. Angkanya sudah mencapai 100 ton

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kematian ikan mas yang diduga terkena Virus Herpes Koi (KHV) di Kecamatan Lampihong terus terjadi. Angkanya sudah mencapai 100 ton.

Jika sebelumnya virus KHV menyerang ikan mas milik petani keramba di enam desa, kini penyebarannya meluas menjadi 10 desa.

Ketua Kelompok Peternak Ikan Balangan, Wandi mengatakan, setiap pagi, siang dan sore ada saja ikan mas yang mati, bahkan semakin banyak.

Menurutnya, malah sudah merambah ke beberapa desa selain enam desa yang sebelum mengeluhkan ikan mas mati secara mendadak.

Disebutkannya desa yang saat ini mulai terserang adalah Lok Haur, Hilir Pasar, Sungai Tabuk, Sungai Tajun, Pabataan, dan Lok Hamawang.

"Total ikan yang sudah mati kami perkirakan sudah mencapai 100 ton, mudahan ini segera menjadi perhatian pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Senin (13/2/2017) Kepala Dinas Perikanan Balangan Fahruraji langsung meninjau ke lapangan untuk mengumpulkan data serta memberi arahan langsung kepada peternak ikan keramba.

Menurutnya, dugaan kuat ikan mas ini terkena virus KHV, di mana secara klinis atau kasat mata virus ini menyebabkan ikan berkureng, kemudian ingsangnya dipenuhi lumpur.

"Sesuai dengan ciri-ciri tersebut kuat dugaan terkena virus KHV, tapi kami akan memperkuat lagi dengan mengambil sampel dan saat ini sudah berada di laboraturium di Mandiangin, Banjarbaru," jelasnya.

Hasil pemeriksaan sendiri menurutnya belum diketahui, tetapi jika nanti sudah ada hasilnya maka para peternak ikan ini akan dikumpulkan serta disampaikan hasilnya.

Sementara itu untuk pengujian air sungai sudah dilakukan oleh dinas lingkungan hidup, dan saat ini masih dalam proses pengujian.

Lebih lanjut pihaknya meminta agar para peternak ikan keramba khusus ikan mas jangan lagi memelihara, namun karena faktor harga jual serta keuntungannya cukup besar maka mereka seperti akan bertahan.

"Sebaiknya sementara jangan memelihara ikan dulu, karena mata ranntai virus KHV ini masih ada, buktinya sampai saat ini masih terjadi kematian ikan," katannya.

Disinggung apakah nanti bakal ada bantuan untuk peternak ikan yang mengalami kematian ikan mas akibat virus KHV ini, ia mengungkapkan akan menginventarisir terlebih dulu jumlah anggota, keramba dan ikan yang telah mati.

"Akan kami rapatkan terlebih dulu, nanti baru ada keputusan, yang jelas kami upayakan agar para peternak ikan yang mengalami kerugian terbantu," pungkasnya. (Banjarmasin Post/Muhammad Elhami)

Penulis: Elhami
Editor: Ernawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved