Ekonomi dan Bisnis

Pilkada Bayangi Pergerakan Rupiah

Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan berlangsung besok, Rabu (15/2/2017), valuasi mata uang Garuda ditutup flat cenderung me

Editor: Ernawati
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga menunjukkan uang kertas rupiah baru tahun emisi 2016 usai melakukan penukaran di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12/2016). Bank Indonesia hari ini resmi meluncurkan sebanyak tujuh uang rupiah kertas dan empat uang rupiah logam tahun emisi 2016 antara lain pecahan Rp100.000 (gambar utama Ir Soekarno dan Moh. Hatta), Rp50.000 (gambar utama Ir. H. Djuanda Kartawidjaya), Rp20.000 (gambar utama G.S.S.J Ratulangi), Rp10.000 (gambar utama Frans Kaisiepo), Rp5.000 (gambar utama K.H Idham Chalid), Rp 2.000 (gambar utama Mohammad Hoesni Thamrin) dan Rp1.000 (gambar utama Tjut Meutia), pecahan logam, mulai dari Rp 1.000 (gambar utama I Gusti Ketut Pudja), Rp500 (gambar utama Letjend TNI T.B Simatupang), Rp200 (gambar utama Tjiptomangunkusumo) dan Rp100 (gambar utama Herman Johannes). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan berlangsung besok, Rabu (15/2/2017), valuasi mata uang Garuda ditutup flat cenderung melemah dollar Amerika Serikat (AS).

Sepertinya investor cukup lebih memilih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Di pasar spot, rupiah ditutup melemah tipis 0,05% ke level Rp 13.330 per dollar AS dibanding hari sebelumnya.

Sedangkan jika mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia rupiah masih bergerak stagnan di level Rp 13.330 per dollar AS.

Josua Pardede, analis PT Bank Permata Tbk melihat sentimen dari domestik memang cukup membayangi pergerakan rupiah yang cenderung flat hari ini (14/2).

Meski kebanyakan mata uang di Asia justru ditutup positif karena sokongan data inflasi China yang membaik, tetapi mata uang Garuda tetap ditutup terkoreksi dihadapan dollar AS.

“Kita harapkan pilkada bisa berjalan dengan aman sehingga tidak menimbulkan sentimen negatif,” terangnya kepada Kontan, Selasa (14/2).

Sementara itu dari global sendiri, sekarang valuasi mata uang Garuda juga dipengaruhi oleh testimoni yang akan disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen nanti malam (14/2).

Kejelasan tentang arah suku bunga AS cenderung menguatkan greenback dan melemahkan rupiah.

Selain itu rupiah juga mendapat sedikit tekanan dari rilis data indeks harga produsen yang diproyeksikan akan stabil. (*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved