Berita Banjarmasin
Ingin Anak Miliki Jujur, Inilah Caranya
Siapa yang tak ingin anaknya kelak menjadi anak berkarakter hebat, salah satunya jujur.
Penulis: Edi Nugroho | Editor: Murhan
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Siapa yang tak ingin anaknya kelak menjadi anak berkarakter hebat, salah satunya jujur. Nah, untuk membentuk anak punya sifat jujur, ternyata ada caranya.
Anak usia dini belajar melalui model atau teladan karena meniru apa saja yang ada di lingkungannya seperti ucapan, mendengar, melihat dan merasakan. Orang yang ada sekitar itu menjadi model bagi anak.
"Kalau kita ingin membuat anak itu bisa jujur, maka orang di sekeliling itu harus bisa jujur dengan anak," kata Kepala PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadien Banjarmasin, di Jalan Jenderal Sudirman No1, Kompleks Masjid Raya Sabilal Muhtadien Banjarmasin, Martini, MPd, I, Kamis (23/2/2017).
Menurut Martini, dalam model ini, orangtua itu harus bicara yang benar dan jujur kepada anak, baik dari keseharian dan kebiasaan di sekolah. Orangtua perlu bicara yang sebenarnya kepada anak.
"Anak usia dini itu belajar lewat bermain. Bermain pun disetting bermain yang jujur," katanya.
Artinya, sambung Martini, kalau permainan itu warnanya merah, maka harus benar-benar merah. Kalau biru, maka warnanya harus benar-benar biru dan kuning itu benar-benar kuning. Cara ini untuk melatih agar anak itu bisa akurat dan benar melihat sesuatu.
Ditambahkannya, menumbuhkan nilai kejujuran pada anak itu bisa lewat cerita. Di PAUD Terpadu Islam Sabilal Muhtadien Banjarmasin, ada 18 sikap yang dikenalkan kepada anak didik, salah satunya itu kejujuran.
"Sikap sikap itu dimiliki gurunya, baru dikenalkan ke anak," ujar Martini.
Ditambahkan Martini, guru memodelkan peran dan bisa dipraktekkan dalam keseharian siswa. Guru memberi motivasi dan contoh bagaimana bicara jujur ke anak. Kemudian guru memberi arahan kepada anak bagaimana bergaul secara jujur kepada anak itu seperti apa.
"Salah satu yang kami kembangkan, yakni anak kembali menceritakan mainannya. Tadi main apa saja. Tadi guru sudah tahu, anak itu main apa saja. Namun, anak diajari menceritakan kembali dengan jujur, apa yang baru saja dimainkan," kata Martini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/martini_20170223_194447.jpg)